SOLO – Belasan warga Desa Gumukrejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Solo, Jawa Tengah, hari ini sangat lega. Pasalnya, belasan warga yang selama puluhan tahun tinggal di rumah tak layak huni (RTLH), setelah beberapa waktu lalu dikunjungi salah satu wakil rakyat, kini mulai dilakukan perbaikan.
Setidaknya terdapat 18 rumah yang tak layak huni mendapat bantuan dari pemerintah pusat, melalui anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah. Warga mengaku sangat berterima kasih, karena tidak menyangka rumah yang terbuat dari anyaman bambu itu kini mulai dirobohkan dan dibangun ulang.
“Seneng sekali, tidak bisa berkata banyak. Saya berterima kasih kepada Ibu Endang, anggota DPR RI, yang telah membantu sehingga rumah saya diperbaiki,” kata Sri Lestari, salah satu warga Gumukrejo kepada Cendana News, Kamis (21/9/2017).
Warga Klelesan RT 2 RW 7 itu mengaku, sudah lebih dari 40 tahun tinggal di rumah yang masih berlantaikan tanah. Sejauh ini, perempuan 60 tahun itu juga belum pernah mendapatkan bantuan serupa dari pemerintah. “Sudah pernah diperbaiki, tapi hanya ganti reng-usuk dan gentingnya saja. Kalau bangunannya tidak punya biaya, jika harus ganti dengan semen,” urai Sri Lestari.
Hal serupa juga diungkapkan Ketua RT Giriroto, Kusnadi, yang menyebutkan lebih dari 50 warganya hingga saat ini masih memiliki rumah yang terbuat dari anyaman bambu (gedhek) dan beralaskan tanah liat. Sebagian besar warga yang memiliki rumah tak layak huni tersebut juga tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Sebagian besar buruh, ada buruh tani dan buruh bangunan. Dengan tekstur tanah yang berbeda dengan warga di Desa lain, membuat warga tidak bisa membangun rumah dengan baik. Karena jika hanya asal-asalan, bangunan pasti akan roboh, karena tanahnya retak-retak,” tambah Kusnadi.
Warga di Giriroto, kata dia, sangat berterim kasih dengan adanya uluran tangan dari pemerintah, melalui salah satu anggota dewan dari Boyolali. Selama ini, di desanya juga belum tersentuh program dan bantuan pemerintah, sekalipun kampung mereka merupakan kampung kakeknya Presiden Joko Widodo.
“Untuk program revitalisasi RTLH selama ini belum ada. Kami terima kasih sekali dengan Bu Endang, karena selain perbaikan rumah juga ada pemasangan jaringan listrik jadi dimudahkan,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Endang Srikarti Handayani menyatakan, jika bantuan berupa revitalisasi RTLH kali ini baru tahap pertama. Sebanyak 18 rumah milik warga di Desa Gumukrejo ini masuk tahap pertama revitalisasi hasil kerja bareng dengan BUMN maupun sejumlah kementerian yang menjadi mitra kerja Komisi VI.
“Kalau dilihat lebih teliti, di Desa Gumukrejo ini ada seratusan rumah yang tak layak huni. Tapi ini prioritas dulu, tahap pertama 18, nanti ada tahap kedua, tahap ketiga dan seterusnya,” tambah Endang di sela-sela pendampingan revitalisasi rumah warga.
Dengan adanya bantuan dari pemerintah ini, Endang berharap, masyarakat bisa mendapatkan hak-hak sebagai warga negara. Yakni mendapatkan rumah yang layak huni serta mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.
“Sebenarnya hari ini Satu Suro saya libur. Tapi saya memilih masuk ke rumah warga yang pelosok. Karena bagi saya bertemu dengan rakyat yang membutuhkan ini juga sebagai liburan,” katanya.
