Besok Sumbar akan Dilintasi Fenomena Equinox, Waspada Bencana

PADANG – Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Rahmat Triyono mengatakan, Provinsi Sumbar akan dilintasi fenomena equinox bertepatan pada besok, Jumat 22 September 2017.

“Pada tahun 2017, fenomena ini mulai terjadi pada tanggal 21 Maret dan 23 September 2017, dan akan melintasi beberapa provinsi di wilayah Indonesia mulai dari Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat dan berakhir di Pulau Telo Sumatera Utara,” ujarnya, Kamis (21/9/2017).

Ia menyebutkan, daerah yang Sumbar yang akan dilewati fenomena equinox terdapat pada tiga kabupaten, yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat. Dampak dari fenomena ini ialah akan terjadinya peningkatan suhu udara, dimana rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia adalah sekitar 32-36 derajat celcius. Meningkatnya suhu udara menyebabkan meningkatnya tingkat penguapan.

“Jadi hal yang demikian dapat memicu pertumbuhan awan yang lebih cepat serta curah hujan yang lebih tinggi. Hingga akhirnya akan menyebabkan terjadinya gelombang tinggi yang juga merupakan dampak lain dari fenomena tersebut,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pergerakan angin yang mengarah ke khatulistiwa dapat menyebabkan gelombang tinggi di wilayah khatulistiwa. Fenomena equinox bersamaan dengan fenomena/gangguan cuaca lain seperti daerah tekanan rendah, konvergensi, MJO (Madden-Julian Oscillation) yang bisa mengakibatkan cuaca ekstrem.

Menanggapi fenomena ini, Rahmat Triyono mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi cuaca yang cukup panas dengan tidak banyak beraktivitas di luar rumah, mengurangi aktivitas di laut, meningkatkan daya tahan tubuh, serta tidak terpancing berita hoax seperti kenaikan suhu yang dapat menyebabkan kerusakan organ dalam.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Rahmat Triyono/Foto: Istimewa

“Hal yang perlu diwaspadai ketika curah hujan yang tinggi terjadi bersamaan dengan gelombang tinggi dapat menyebabkan banjir di daerah sekitar muara sungai,” ungkapnya.

Untuk diketahui, equinox merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa yang terjadi dua kali dalam setahun. Pada saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi relatif hampir sama, termasuk pada wilayah subtropis di bagian utara maupun selatan.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait fenomena tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, Nasridal Patria, menyatakan untuk menghindari adanya korban jiwa kemungkinan terjadi bencana alam akibat dampak dari fenomena equinox, BPBD telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Termasuk mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan perjalanan, saat melintasi daerah rawan banjir dan longsor.

“Memang di Sumbar ada beberapa titik banjir dan longsor, seperti arah Padang-Painan, Padang-Solok, Solok-Solok Selatan, Bukittinggi-Pasaman, dan beberapa titik lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, meski fenomena tersebut baru akan melintas di tiga kabupaten di Sumbar, namun beberapa hari ini bencana banjir dan longsor telah menerjang Sumbar. Seperti banjir di Kota Padang, banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan, yang disebabkan tingginya curah hujan yang tinggi. Lalu kemarin ada longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, beserta beberapa titik banjir lain.

“Jadi, memang hampir satu bulan ini Sumbar tengah dilanda musim hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Jadi, ada beberapa daerah di Sumbar yang dilanda bencana,” katanya.

Lihat juga...