2017, 110 Desa di Flores Bagian Timur Nikmati Listrik

MAUMERE – Dari 122 Desa di wilayah kerja PT. PLN Area Flores Bagian Timur (FBT) yang meliputi Kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka yang belum menikmati listrik, 110 desa dipastikan sudah bisa menikmati listrik pada akhir tahun 2017 ini.

Demikian disampaikan General Manager PT. PLN Area Flores Bagian Timur, Arif Rohmatin, kepada Cendana News Kamis (21/9/2017) terkait perkembangan pembangunan jaringan listrik di 3 kabupaten di ujung timur Pulau Flores NTT.

Dikatakan Arif, untuk 110 desa tersebut pembangunan jaringan listrik sudah mencapai 53 persen dan terus dilakukan pengerjaan di lapangan sehingga dari target tersebut diharapkan bisa tercapai akhir tahun 2017 nanti.

“Untuk 12 desa sisanya akan dikerjakan di tahun 2018 sehingga akhir tahun 2018 nanti seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata, sudah berlistrik semua,” tegasnya.

Pihak PLN Area FBT, terang Airf, masih mengupayakan sebab di lapangan juga ada banyak kendala sehingga agak terhambat. Misalnya, soal perizinan penebangan pohon serta kondisi jalan yang belum bisa dilalui kendaraan yang membawa tiang listrik dan kabel.

Untuk kepulauan seperti Pulau Palue di Kabupaten Sikka, bebernya, saat ini sudah diselesaikan pembangunan rumah PLTD. Sedangkan untuk pembangunan jaringan sudah masuk tahap pelelangan di kantor PLN wilayah IV. Bila sudah ada pemenangnya segera dilakukan pemasangan jaringan.

“Kami targetkan mudah-mudahan di pertengahan tahun 2018 pekerjaan jaringan listrik sudah selesai dan masyarakat sudah bisa menikmati listrik,” sebutnya.

Dari 3 kabupaten di wilayah kerja PT. PLN Area FBT, tambah Arif, Kabupaten Lembata merupakan daerah yang belum banyak berlistrik. Daerah ini merupakan kabupaten baru dan medannya pun sulit dijangkau. Pihaknya terus berupaya dan terus berkordinasi dengan pemerintah daerah guna mengatasi berbagai kendala yang dihadapi.

Kabupaten Flores Timur, tandasnya, merupakan daerah yang paling banyak menikmati listrik. Pemerintah daerah juga sangat membantu serta selalu bekerja sama seperti memperbaiki jalan ke wilayah yang sulit dijangkau kendaraan agar semua wilayah bisa dialiri listrik.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, saat menerima kunjungan Manager (GM) PLN Wilayah NTT,  Christyono Jumat (15/9/2017) mengharapkan, agar Kabupaten Flores Timur menjadi kabupaten kedua di Provinsi NTT setelah Kota Kupang yang wilayahnya 100 persen sudah menikmati listrik.

Untuk mencapainya, kata Anton sapaannya, pemerintah daerah Flores Timur terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan PLN Area Flores Bagian Timur dan PLN Rayon Larantuka guna mendukung dan membantu pekerjaan di lapangan serta bersama mencari solusi bila terdapat kendala.

“Jika ada kendala kami secepatnya melakukan koordinasi dengan PLN agar pekerjaannya tidak terhalang. Sebab masyarakat kami meski sangat merindukan listrik, kadang bersikap kurang mendukung sehingga membutuhkan pencerahan dan sosialisasi entah oleh Pemda atau pihak PLN,” ungkapnya.

General Manager PLN wilayah NTT, Christyono, mengapresiasi sambutan prositif yang dilakukan Pemda Flores timur dalam mendukung kerja PLN mengaliri listrik semua wilayah di NTT, khususnya di Flores Timur.

“Tentu saja PLN tidak bisa bekerja sendiri dan sangat membutuhkan kerja sama, dukungan dan bantuan dari Pemda serta semua stake holder, di antaranya para tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat sendiri,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Flores Timur memiliki 250 desa. 26 desa belum berlistrik dan dalam tahun 2017 Flores Timur mendapat jatah 21 desa. Sisanya akan dikerjakan di tahun 2018.

General Manager PT PLN area Flores Bagian Timur (FBT) Arif Rohmatin. Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...