Atasi Bencana Kekeringan, BPBD Banjar Butuh Tambahan Tangki
BANJAR – Dalam melakukan droping air bersih yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Jawa Barat, kepada warga masyarakat di wilayah Kota Banjar yang terdampak bencana kekeringan, saat ini terkendala dengan terbatasnya jumlah mobil tangki.
Saat ini, BPBD Kota Banjar, hanya memiliki satu unit mobil tangki, itu pun mobil pinjaman dari PDAM Kota Banjar. Dengan 1 unit mobil tangki, pelayanan dan pengiriman air tidak bisa optimal. Padahal di wilayah Kota Banjar, yang terdiri dari 4 wilayah kecamatan, 25 desa dan kelurahaan, pada saat ini sudah mulai mengalami bencana darurat kekeringan.
Akibat terbatasnya armada yang dimiliki, pelayanan pengiriman air bersih kepada warga yang membutuhkan belum optimal. Bahkan dari 25 desa dan kelurahan di wilayah Kota Banjar, belum bisa terlayani. Maka, harus melakukan giliran dalam pengiriman. Mobil tangki yang ada dalam setiap hari baru bisa melayani 4 rit sehari.
“Karena keterbatasan armada, pelayanan pengiriman air belum bisa maksimal. Kita baru mampu dalam sehari memberikan pelayanan 4 rit, itu pun secara digilir,” ungkap Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana, BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, S.Pd, Jumat (8/9), saat ditemui di kantornya.
Asep mengungkapkan, karena keterbatasan armada dan anggaran yang dimiliki oleh BPBD Kota Banjar, pihaknya mengharap kepada pihak Pemerintah Kota Banjar untuk segera merealisasikan kebutuhan anggaran yang dibutuhkan dalam menangani masalah bencana darurat kekeringan sehingga dalam memberikan bantuan air bersih, pihak BPBD Kota Banjar bisa maksimal.
“Saat ini kami sangat membutuhkan tambahan armada dan dana oprasional. Sehingga pelayanan kami dalam mengatasi masalah bencana darurat siaga bencana kekeringan dalam hal pengiriman air kepada warga masyarakat yang membutuhkan bisa maksimal,” ungkap Asep.
Asep berharap bantuan dana darurat bencana, dapat segera dikeluarkan dan direalisasikan oleh pihak Pemerintah Kota Banjar sehingga pihaknya bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyaluran air bersih dan mengatasi masalah siaga bencana kekeringan 2017.