MAUMERE — Guna mengatasi banjir dan genangan air yang terjadi di beberapa wilayah di kota Maumere kabupaten Sikka yang selalu terjadi saat hujan lebat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka membangun dry dam dan sumur resapan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka, Ir.Yunida Pollo menyebutkan, pembangunan Dry Dam dititikberatkan di kelurahan Nangalimang di sebelah selatan kota Maumere dekat perbukitan, dimana saat hujan air mengalir deras dari ketinggian dan menggenangi perumahan penduduk.
“Saat hujan lebat air selalu tergenang di sekitar pemukiman warga sehingga kami membuat dry dam dengan menggali lubang sedalam empat meter yang dipergunakan sebagai penampung air,” terangnya.
Sementara itu untuk kelurahan Wolomarang di sebelah barat kota Maumere yang juga air sering mengalir dari pemukiman dan menggenangi jalan raya utama dan pemukiman warga, DLH Sikka beber Yunida lebih memilih membangun sumur resapan.
“Untuk sumur resapan kami bangun 15 di kelurahan Wolomarang dan lima lainnya di kelurahan Kabor di tengah kota Maumere yang penduduknya sangat padat sehingga bisa meminimalisir banjir,” tegasnya.
Yunida juga berharap agar warga dan pihak desa atau kelurahan juga berinisiatif membangun sumur-sumur resapan khususnya di daerah-daerah pesisir pantai yang mana air sumurnya banyak yang asin sehingga bisa membuat air hujan masuk ke dalam tanah.

Sementara itu, Carolus Winfridus Keupung Direktur Wahana Tani Mandiri yang juga salah seorang pemerhati lingkungan meminta agar pembuatan sumur resapan harusnya dilakukan di setiap wilayah kelurahan di kota Maumere. Terlebih lagi di daerah pemukiman di pegunungan yang lahannya memiliki kemiringan lebih dari 30 persen.
Win sapaannya menyayangkan selama ini pihak desa dan kelurahan belum melakukan hal ini, padahal dana desa pun harusnya bisa dipergunakan.
“Di Waidoko yang menjadi sentra pembuatan batu bata airnya sangat bagus dan sumurnya hanya dua hingga tiga meter saja kedalamannya sebab saat hujan air langsung tergenang ke dalam lubang-lubang galian yang banyak dipergunakan untuk membuat batu bata,” terangnya.
Di daerah Waidoko tersebut lanjut Win tidak pernah terjadi banjir sebab air akan meresap masuk ke dalam tanah dan lubang-lubang tanah bekas galian berukuran besar yang hampir ada di setiap dusun di daerah ini.
“Harusnya sumur resapan di perbanyak bila perlu setiap rumah di kota Maumere membuat sumur resapan dan dengan demikian otomatis tidak terjadi banjir dan dampaknya air sumur tidak lagi asin khususnya daerah yang dekat dengan laut,” pungkasnya.