‘ASPEK’ Cemaskan Mesinisasi Bisa Kurangi Tenaga Kerja

PALEMBANG – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, khawatir tenaga kerja akan terus berkurang akibat adanya perubahan sistem termasuk pembayaran berbagai fasilitas.

“Sekarang ini akan dimaksimalkan pembayaran nontunai dan itu bisa mengurangi pekerja”, kata Presiden Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pekerja Indonesia, Mirah Sumirat, saat rapat pembentukan Aspek Indonesia di Palembang, Sabtu (16/9/2017).

Bahkan, lanjut dia, sekarang ini sudah diberlakukan pembayaran tol nontunai. Jadi, kemungkinan akan terjadi pengurangan tenaga kerja akibat adanya perubahan sistem atau mesinisasi. Karena itu, serikat pekerja cukup penting terutama untuk mendapatkan isu-isu yang sedang berkembang dalam bidang pekerjaan.

Lebih lanjut dia mengatakan, agar serikat pekerja untuk mengantisipasi bila terjadi pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Bukan itu saja, asosiasi juga akan memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

Sementara, Hubungan Industrial Aspek Indonesi,a Wawan Erfianto, mengatakan, organisasi serikat pekerja juga akan memperjuangkan keadilan. Apalagi, sering ditemukan gaji karyawan tidak sebanding dengan yang dikerjakan, sehingga Aspek cukup penting.

“Karena itu, Dewan Pimpinan Wilayah Aspek Indonesia perlu dibentuk termasuk Sumsel. Apalagi Sumsel cukup kaya akan potensi daerah sehingga pekerjanya perlu wadah”, katanya. (Ant)

Lihat juga...