Anggota Satpolair Polres Lamsel Jadi Relawan Literasi

LAMPUNG — Selain  bertugas sebagai anggota satuan kepolisian air di wilayah Pesisir Bakauheni, Brigadir Polisi Kepala Agung G. A punya jiwa sosial, yaitu ikut menebarkan minat baca.

Sebagai anggota Satpolair Polres Lampung Selatan Agung tetap gencar sosialisasi terkait keamanan laut dan cara cara penangkapan ikan yang benar tanpa melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Di sela sela mengunjungi masyarakat nelayan di pesisir pantai dalam tugasnya sebagai Bhintara Pembina Kamtimbas Bripka Agung kerap melihat anak anak nelayan bermain di tepi pantai saat pulang sekolah dan sebagian siswa yang masuk sekolah siang akibat keterbatasan ruang belajar.

Melihat kondisi di lapangan akan kondisi anak anak di pesisir pantai,  di antaranya di dekat pangkalan Satpolair Polres Lamsel, Satpolair Polda Lampung, Satpolair Mabes Polri di Dusun Keramat Desa Sumur Kecamatan Ketapang serta desa desa pesisir lain membuat hatinya tergerak.

Dia mengaku terinspirasi dengan adanya relawan atau pegiat literasi armada pustaka bergerak di Lampung sehingga dirinya tergerak menggagas dan menjalankan kegiatan Polair Pustaka.

Bripka Agung G.A anggota Satpolair Polres Lamsel penggagas Polair Pustaka menyambangi anak pesisir dan pulau di wilayah Polres Lamsel/ Foto: Henk Widi/Ist.

“Kegiatan menyambangi nelayan serta melihat berbagai persoalan nelayan kerap membuat saya berhadapan dengan situasi dan kondisi anak anak nelayan yang kekurangan bahan bacaan bahkan kadang tiak memiliki akses membaca hingga akhirnya saya tergerak membawa buku agar bisa dibaca anak anak pesisir pantai,” terang Brigadir Polisi Kepala Agung G.A  kepada Cendana News, Jumat (22/9/2017).

Bertugas sebagai anggota Satpolair diakui Bripka Agung kerap berhadapan dengan kondisi riil masyarakat di kepulauan termasuk sektor pendidikan anak anak di pulau tersebut di antaranya di Pulau Rimau Balak, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku dengan adanya kegiatan sambang nusa.

Sambang nusa tersebut bahkan mendorongnya untuk bisa memberikan buku buku bacaan bagi anak anak yang diletakan pada salah satu rumah warga berupa puluhan buku berkoordinasi dengan relawan perahu pustaka yang digagas oleh Radmiadi warga Desa Kelawi.

Bripka Agung tak segan merogoh koceknya membeli ratusan buku buku bacaan serta membawa buku buku tersebut menggunakan sebuah kendaraan Bhabinkamtibmas yang memiliki sebuah boks di bagian belakang kendaraan dinas untuk menyambangi masyarakat nelayan tersebut.

Kendaraan tersebut diakuinya efektif untuk membawa buku buku termasuk sebagian dibawanya menggunakan tas juga alat tulis baru yang kerap dibagikannya bagi anak anak pesisir.

Semangat menebarkan virus membaca tersebut diakui Agung terus dilakukannya. Bahkan dalam kunjungan tugasnya ke sejumlah pulau menggunakan perahu patroli yang digunakan untuk pengawasan aktivitas penangkapan ikan ilegal di perairan Lampung Selatan dirinya tak lupa membawa banyak buku bacaan.

Beberapa lokasi yang disambangi Bripka Agung salah satunya pantai Blebug di Desa Totoharjo sebagai destinasi wisata sekaligus kampung nelayan dengan banyak anak anak di wilayah tersebut.

Sebagian buku yang antusias dibaca anak anak pesisir tersebut selain hasil dirinya bersama sang isteri yang juga kerap membaca buku dan membelinya di toko buku diakuinya saat ini masih terbilang sedikit terutama koleksi buku anak anak. Dalam waktu dekat dirinya berencana menambah jumlah buku bacaan serta berkoordinasi dengan relawan perahu pustaka yang sudah memiliki koleksi buku cukup banyak.

“Sementara waktu saya gunakan koleksi buku yang saya miliki sembari berkoordinasi dengan perahu pustaka namun selanjutnya saya akan menambah banyak buku bacaan anak anak,” Agung.

Radmiadi salah satu relawan pegiat literasi di wilayah pesisir pantai Lampung Selatan mengaku mengapresiasi langkah Bripka Agung G.A yang mulai tergerak untuk peduli pada anak anak pesisir.

Ia menyebut kepedulian pada anak anak pesisir dalam budaya membaca merupakan tanggungjawab semua lapisan tanpa kecuali anggota polisi khususnya yang bertugas di wilayah perairan atau Satpolair.

“Semakin banyak relawan literasi justru semakin bagus bahkan saya mendukung sekali karena akhirnya anak anak pesisir semakin diperhatikan,” papar Radmiadi.

Kolaborasi dan kepedulian anggota Satpolair Polres Lampung Selatan tersebut diakui Radmiadi diharapkan akan semakin meningkatkan minat baca dan menurunkan angka buta aksara di Kabupaten Lampung Selatan khususnya bagi anak anak di pesisir pantai Lampung Selatan.

Radmiadi (kiri) dan Ardy Anto(kanan) pegiat perahu pustaka dan Bripka Agung G.A (tengah)saat bertemu dalam menyambangi anak anak pesisir pantai Lamsel /Foto: Henk Widi/Ist].
Lihat juga...