Usaha Rumput Laut Sokong Industri dan Usaha Kecil Kuliner di Lamsel

LAMPUNG — Sejumlah pembudidaya rumput laut di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan mulai menjajaki usaha kecil pemanfaatan rumput laut menjadi produk makanan olahan berupa kerupuk rumput laut dan penggunaan sebagai bahan pembuatan minuman serta pembuatan agar agar rumput laut.

Menurut Aldi salah satu nelayan di Desa Legundi beberapa penanam rumput laut yang tergabung dalam kelompok nelayan pembudidaya rumput laut pernah mendapat pelatihan proses pembuatan kerupuk rumput laut di Surabaya Jawa Timur.  Namun keterbatasan modal membuat mereka tidak bisa membeli beberapa peralatan penunjang proses pembuatan kerupuk rumput laut menggunakan mesin pemanas elektronik tersebut.

Aldi yang memiliki sebanyak 100 lajur tanaman budidaya rumput laut merasa beruntung memiliki dua langganan di sektor pabrik besar serta sektor usaha kecil bidang kuliner pengguna rumput laut jenis Katoni dan SP yang bisa menjadi bahan baku pembuatan es rumput laut. Sistem penanaman, distribusi yang mudah serta pangsa pasar jelas membuat bisnisnya ikut menyokong usaha lain pengguna rumput laut.

“Sebagian hasil rumput laut yang saya panen dijual ke pengepul dalam kondisi kering untuk pabrik kosmetik dan minuman namun sebagian untuk sektor usaha kecil yang memesan dalam kondisi basah,”  terang Aldi warga Desa Legundi Kecamatan Ketapang saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (29/8/2017).

Jenis rumput laut yang ditanam menggunakan metode lepas dasar atau tali gantung diakui Aldi masih diterapkan pembudidaya rumput laut seperti dirinya yang memanen rumput laut setelah usia sekitar 6-8 minggu dengan beberapa lajur tanaman rumput laut sengaja dipergunakan untuk pesanan pemilik usaha kuliner. Sejumlah pengrajin pembuatan rumput laut diakuinya datang dua minggu sekali dengan permintaan sebanyak 100 kilogram dengan harga jual sekitar Rp5 ribu per kilogram.

Rumput laut dalam kondisi basah tersebut selanjutnya akan diolah pengrajin rumput laut menjadi manisan rumput laut yang akan dijadikan bahan baku campuran pembuatan es rumput laut. Setelah direndam beberapa jam dan direbus untuk menghilangkan kadar garam.

Kemudian dilakukan proses pembilasan beberapa kali rumput laut dalam kondisi bening selanjutnya akan diberi pewarna hijau atau merah muda dan dijual di pasar dengan pangsa pasar pemilik warung,rumah makan hingga restoran penyedia menu rumput laut.

Aldi menyebut penjualan rumput laut rutin setiap dua pekan sekali menjadi penghasilan tambahan dengan nilai Rp500 ribu untuk pembelian rumput laut basah bahan pembuatan es rumput laut oleh pengrajin sementara dirinya juga banyak menjual rumput laut kering.

Harga rumput laut kering yang dijual ke pengepul diakuinya saat ini masih berkisar Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram meski sempat mencapai harga Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram untuk kebutuhan pabrik atau industri kosmetik serta makanan dengan jumlah pengiriman bisa mencapai 10 ton sekali panen .

“Sebetulnya hasil rumput laut akan kembali ke masyarakat dalam bentuk makanan berupa agar agar atau bahan makanan dan kosmetik lain dengan nilai jual tinggi tapi karena kita tidak memiliki alat pengolahan maka kita jual sebagai bahan baku,” terang Aldi.

Salah satu pengguna rumput laut di sektor usaha kuliner adalah warung Deshintya yang menjual makanan dan minuman termasuk es rumput laut milik Wartini yang menawarkan minuman menyegarkan dari rumput laut.

Sektor usaha kecil kuliner makanan dilengkapi minuman berbahan es rumput laut terbantu pembudidaya rumput laut /Foto: Henk Widi.

Salah seorang karyawan sebuah warung, Wati menyebut permintaan akan es rumput laut tinggi. Minuman ini  merupakan es campur yang banyak dibeli pelanggan di warung Deshintya tempatnya bekerja.

Ketersediaan es rumput laut dan juga pasokan yang lancar merupakan sisi positif dari adanya pembudidaya rumput laut di wilayah tersebut. Sebelumnya rumput laut dalam bentuk siap olah harus didatangkan dari Pulau Jawa.

“Saat ini pengrajin pengolahan rumput laut menjadi rumput laut siap saji bisa memasok untuk warung warung dan menjualnya di pasar sehingga mudah diperoleh,” ungkap Wati.

Banyaknya pekerja proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera berimbas pada menjamurnya usaha kecil kuliner dengan produk minuman sekaligus ikut meningkatkan permintaan akan bahan baku rumput laut.

Pembudidaya rumput laut Ketapang sebagai penyokong utama bahan baku bahkan mulai memisahkan budidaya rumput laut untuk dijual kering dan dijual basah seiring permintaan yang meningkat untuk usaha kecil para pemilik warung makanan dan minuman.

Rumput laut sebagai bahan pembuatan minuman es rumput laut dan saat kering untuk industri kosmetik dan makanan /Foto: Henk Widi.

 

Lihat juga...