Usaha Kue Rumahan Vira, Bisnis Sembari Urus Keluarga

LAMPUNG — Berperan sebagai ibu rumah tangga serta memiliki seorang anak yang masih berusia sembilan bulan tak lantas membuat Vira (23) hanya sibuk mengurus sang anak dan mengandalkan hasil kerja sang suami di sektor swasta.

Berbekal kecintaan serta keahliannya dalam membuat kue kue serta makanan ringan di antaranya risoles, nuget ayam, agar agar serta bolu kukus dirinya mulai menjajaki usaha pembuatan kue kue atau jajanan yang banyak disukai anak anak serta para orangtua.

Dekat dengan sekolah,tempat bermain setiap pulang sekolah dan perkantoran swasta di kawasan Pelabuhan Bakauheni membuat Vira menekuni usaha kecilnya yang ikut menopang keluarga sejak dua tahun lalu.

Menekuni usaha pembuatan kue dan jajanan diakui Vira bermula dari Sang Suami yang bekerja di perusahaan outsourcing Pelabuhan Bakauheni, saat kantor Sang Suami memesan beberapa paket kue kue kering untuk suatu acara.

 

“Sejak sekolah memang saya kerap menyukai kue kue unik serta pembuatan makanan ringan sehingga saat menikah dan punya anak masih memiliki keinginan untuk meneruskan hobi sekaligus usaha dan ibu saya masih menekuni usaha pembuatan makanan juga hingga sekarang,” terang Vira saat ditemui Cendana News tengah mempersiapkan kue kue yang dijualnya, Selasa (29/8/2017).

Beberapa jajanan yang saat ini disukai anak anak sekolah dan remaja diakuinya berupa bolu kukus berukuran cup kecil rasa coklat dipadukan dengan berbagai varian rasa manis pada choco chip warna warni.

Bolu kukus menyerupai brownies tersebut awalnya merupakan pesanan dari salah satu kawan yang memiliki anak yang hendak merayakan ulang tahun dan kue kue buatannya cukup diminati karena rasa yang enak dan tampilan yang unik.

Selain membuat bolu kukus dengan cup khusus Vira juga membuat kue jenis lain berupa agar agar pelangi yang menarik bagi anak anak sekolah dan cocok untuk orangtua. Sebuah lemari pajang dengan tutup kaca digunakan Vira untuk memajang kue kue sajiannya termasuk kue risoles isi sayur berupa kentang, wortel serta daging ayam yang cukup bergizi.

“Tujuan saya memulai usaha ini disemangati ibu yang berpesan usaha kuliner kuncinya adalah makanan itu bergizi sehingga sekaligus menjadi makanan keluarga sehingga tak takut tidak laku,” paparnya.

Selain itu ia menyebut kualitas serta keunikan jajanan anak anak dan orangtua yang ia buat tersebut terletak pada bahan bahan serta rasa sekaligus penampilan yang menarik. Meski memiliki penampilan menarik namun ia memastikan usaha kecil yang ditekuninya tidak menggunakan bahan bahan kimia yang berbahaya.

Memiliki usaha rumahan diakui Vira bukan berarti penjualan terbatas pada pembeli anak anak yang datang ke warung yang ada di depan rumahnya. Vira bahkan memanfaatkan pertemanan serta menggunakan beberapa acara di antaranya arisan, pengajian, ulang tahun untuk menawarkan kue kue hasil buatannya yang bisa dipergunakan sebagai sajian kue sehari hari.

“Saya dibantu karyawan saat ada pesanan banyak terutama ketika ada acara ulangtahun atau arisan tapi saat hari biasa saya bisa mengerjakan sendiri,” ungkap Vira.

Menekuni usaha rumahan diakui Vira menjadi solusi baginya untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang isteri,ibu rumah tangga dan seorang ibu bahkan bisa menghasilkan uang tanpa harus meninggalkan rumah.

Pesanan kue kue yang kini memanfaatkan sarana telepon dan media sosial diakuinya ikut membantu semakin dikenalnya kue kue buatannya yang kerap dikenal dengan Vira Cake dengan omzet ratusan ribu per pekan.

Santi, salah satu warga Bakauheni mengaku kerap memesan kue berupa risoles dan agar agar buatan Vira yang menekuni usaha kecil rumahan tersebut. Dirinya menyebut agar agar yang dibeli kerap disimpan di lemari pendingin dan bisa disantap sewaktu waktu dan dengan harga per potong hanya Rp1.000 hingga Rp2.000. Dirinya bisa membawakan bekal untuk anaknya ke sekolah atau disantap di tempat kerja.

“Saya memilih jajanan yang sederhana dan menyehatkan dan sekaligus mendukung usaha kecil bagi ibu rumah tangga yang kreatif,” ujar Santi.

Santi menyebut sektor usaha wisrasawta di Bakauheni yang menjadi kota kecil dan cukup hidup selama 24 jam sebagai jalur lintas antar pulau Jawa dan Sumatera termasuk keberadaan jalan Tol Trans Sumatera ikut menyokong usaha kecil di wilayah tersebut.

Wanita yang bekerja di kantor ekspedisi tersebut menyebut ibu rumah tangga yang kreatif pun bisa mengambil peluang dalam usaha kuliner skala kecil dan bisa menjadi sumber pemasukan bagi keluarganya.

Kue kue kreasi buatan Vira yang dijual sebagai jajanan anak sekolah menyehatkan /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...