Univet Sukoharjo Terjunkan Mahasiswanya ke 69 Desa

SOLO — Universitas Veteran (Univet) Sukoharjo, Jawa Tengah, tahun ini kembali mengirimkan ratusan mahasiswa untuk pemberdayaan masyarakat, dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2017. Tak kurang 710 mahasiswa akan disebar di 69 desa, di 3 Kabupaten berbeda di Solo dan sekitarnya.

“KKN ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dari civitas akademika. Dengan terjun ke tengah-tengah masyarakat, mahasiswa bisa mempraktekkan ilmu-ilmu yang selama ini didapatkan sekaligus membantu dalam pemberdayaan masyarakat,” kata Ketua Panitia KKN, Joko Suryono, di sela pemberian pembekalan mahasiswa, Rabu (2/8/2017).

Menurut Joko, sebanyak 710 mahasiswa Univet itu akan dibagi menjadi 4 kabupaten, yakni Klaten, Sragen, Karanganyar dan Wonogiri. KKN sendiri sebagai perwujudan dari Tridharma perguruan tinggi kepada masyarakat. “Tema KKN kali ini adalah Univet bersama masyarakat memberi manfaat,” katanya.

Selama menjalankan program KKN, mahasiswa dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Terlebih, momentum 17 Agustus dapat menjadi penggerak untuk meningkatkan nasionalisme dan patriotisme dengan menggelar berbagai kegiatan.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan memberi pembekalan kepada masyarakat akan manajemen sampah, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta sosialisasi mencegah pola buang air besar sembarangan (BABS). “Penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan dan keterampilan masyarakat dan pengembangan sektor pertanian melalui teknologi tepat guna juga harus digalakkan,” ungkap Joko.

Rektor Univet, Prof. Ali Mursyid, menambahkan, KKN tahun ini juga ditujukan di satu desa yang selama ini menjadi pendampingan rutin Univet. Yakni, di desa Pokoh Kidul, Wonogiri. Pihaknya berharap, desa binaan Univet dapat bertambah pesat, guna meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat serta pembangunan.

“Semoga hasil dari KKN tahun ini akan muncul lagi desa binaan yang sukses menghidupkan pembangunan dan roda perekonomian masyarakat,” imbuh Ali Mursyid.

Program KKN akan dimulai 7 Agustus, selama dua bulan. Seluruh peserta KKN akan ditarik pada 7 Oktober 2017. “Program KKN ini akan terus kami pertahankan sebagai bentuk pengabdian kami pada masyarakat sekaligus menggembleng mahasiswa untuk siap terjun kembali ke masyarakat sebagai penggerak pembangunan,” pungkasnya.

Lihat juga...