Titiek Soeharto Apresiasi Upaya Branding Beras Sleman
YOGYAKARTA – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kabupaten Sleman, tengah mendorong pemunculan branding produk hasil pertanian berupa beras. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak nilai jual beras yang dihasilkan para petani Sleman. Pasalnya, selama ini beras asal Sleman kerap dibeli pedagang luar daerah untuk kemudian dikemas dan dijual kembali di wilayah Sleman.
“Kita sedang mengupayakan pemunculan branding beras Sleman dengan membuat bungkus atau kemasan beras Sleman. Nanti semua Kelompok Tani diharapkan menjual beras dengan branding Kabupaten Sleman dengan memanfaatkan kemasan tersebut,” ujar Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suyamsih, dalam acara penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) 2017 Kabupaten Sleman, di Balai Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (7/8/2017).
Suyamsih mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir Kabupaten Sleman telah mampu swasmebda beras. Sleman bahkan memiliki surplus beras hingga 110 ton per tahun. Tak hanya itu, Kabupaten Sleman juga telah mampu mengirim beras hasil produksi petani Sleman hingga ke luar DIY. Bahkan, dua wilayah, yakni Kalimantan dan Tangerang dikatakan sudah memesan beras asal Sleman.
“Beras yang kita hasilkan sebenarnya merupakan beras kualitas premium. Namun, karena tidak memiliki branding, selama ini banyak pedagang luar daerah membeli beras petani Sleman untuk dikemas dan dijual kembali di wilayah Sleman. Ini tidak boleh lagi, nanti semua petani kita harapkan setiap menjual beras menggunakan kemasan Kabupaten Sleman,” katanya.
Peminat beras asal Sleman sendiri dikatakan juga berasal dari sejumlah perusahaan makanan besar. Namun, karena masih belum banyak petani yang mampu memenuhi syarat kualitas beras yang dihasilkan, sebagaimana permintaan perusahaan tersebut, maka Kabupaten Sleman belum mampu memenuhinya.
“Ada beberapa perusahaan yang meminta suplai beras dari kita. Namun, syaratnya beras harus bersih. Sementara petani kita belum banyak memiliki alat mesin penyaring beras, sehingga kita belum bisa memenuhi,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, Titiek Soeharto, mengapresiasi upaya pemerintah kabupaten Sleman yang telah mampu mewujudkan swasembada beras. Ia juga menilai positif kualitas beras yang dihasilkan petani Sleman. Ia pun mendorong, agar petani Sleman dapat terus meningkatkan produksi maupun kualitas beras yang dihasilkan.
“Saya berharap semua warga serta petani Sleman bangga dengan beras yang dihasilkan, sehingga ikut mengkonsumsi beras asli Sleman sendiri. Karena beras asal Sleman sudah memiliki kualitas bagus, tidak perlu membeli beras asal luar daerah,” katanya.