Stok Terbatas, Harga Kambing Kurban Melejit
SOLO — Jelang hari raya Idul Adha, keberadaan pedagang hewan kurban mulai menjamur. Di Solo, Jawa Tengah, pedagang mengaku tren harga hewan kurban mengelami kenaikan yang cukup tajam jika dibanding dengan tahun lalu.
Salah satu pedagang kambing kurban di Gentang, Sukoharjo, Suparno misalnya. Harga kambing musim kurban 2017 ini mengalami kenaikan hingga satu juta rupiah per ekor. Kondisi ini berbeda jauh dibanding musim kurban tahun lalu, yang kenaikan harga maksimal Rp 500 ribu per ekor.
“Harga kambing baru baik tahun ini. Jika pada tahun lalu satu kambing ukuran besar dijual dengan harga Rp2,7 juta, saat ini bisa dijual seharga Rp3,5 juta,” ucap Parno kepada Cendana News, Jumat (25/8/2017).
Pria yang mengaku sudah puluhan tahun berjualan hewan kurban ini mengaku, tingginya harga kambing karena stok terbatas. Keberadaan kambing sebagai hewan kurban tidak sebanyak tahun lalu. Keterbatasan stok kambing inilah yang diperkirakan menjadi penyebab harga kambing tengah naik daun.
“Di mana-mana sudah sulit mencari kambing. Di wilayah Wonogiri dan Pracimantoro yang biasanya banyak peternak kambing, saya datangi sudah sulit. Paling yang saya dapatkan maksimal 10 kambing saja. Padahal sebelumnya, sekali datang bisa membawa pulang 50 ekor kambing,” ungkap dia.
Musim kurban tahun ini, sejak awal Agustus 2017 ini, Parno mengaku menjual 100 ekor kambing. Hingga hari ini, dirinya sudah mampu menjual 42 ekor kambing. Untuk harga kambing yang dijual pria 68 tahun ini bervariasi, mulai dari Rp1,7 juta hingga yang paling mahal hingga mencapai Rp4 juta. “Kalau yang mahal, jenis kambing etawa,” katanya.
Hal serupa juga dikatakan Nardi, pedagang hewan kurban lainnya. Selama jelang Idul Adha tahun ini, untung yang didapatkan dari menjual hewan kurban juga terbilang cukup banyak. Dari rata-rata kambing yang dijual, dirinya mampu meraup untung antara Rp500 – Rp700 ribu per ekor.
“Kalau tahun yang sudah-sudah, untung kambing untuk hewan kurban ini kisaran Rp 200 erbu – Rp 400 ribu per ekornya,” ucap Nardi.
Menurut Nardi, ada beberapa layanan yang dberikan kepada pembeli hewan kurban agar tetap menjadi langganan. Salah satunya adanya diberikan pemeliharaan hewan kurban hingga hari H, untuk disembelih.
“Jadi, yang beli hewan kurban tidak usah repot-repot mencari rumput dan memelihara sampai hari penyembelihan. Cukup dititipkan ke pedagang dan tidak dikenakan biaya. Itung-itung untuk menarik pembeli,” tandasnya.