Sekolah 5 Hari, Sejumlah Guru Diharap Tidak Beri PR

YOGYAKARTA — Sejumlah SMP di Yogyakarta mengaku masih melakukan penyesuaian penerapan lima hari masuk sekolah, sejak mulai berjalan dua minggu terakhir.

Selain melakukan perubahan jadwal, penyesuaian juga dilakukan terkait pemberian PR hingga penguatan pendidikan karakter bagi siswa.

Kepala Sekolah SMPN 15 Yogyakarta, Siti Arina Budiastuti, mengatakan masih belum menemukan kendala berarti dalam penerapan sistim lima hari masuk sekolah pada awal tahun ajaran baru ini. Sejumlah guru maupun siswa dapat menjalanakan perubahan proses belajar mengajar dengan baik.

Salah satu hal yang masih butuh penyesuaian dikatakan hanyalah terkait pemberian PR. Di mana masih ada guru yang memberikan PR pada siswa, padahal hal semacam itu semestinya diminimalisir.

“Masih ada sebagian guru yang memberi PR. Mungkin karena masih terbawa kebiasaan sebelumnya. Mestinya memang pemberian PR tidak dilakukan. Agar tidak memberatkan siswa, sehingga mereka bisa memanfaatkan waktu libur sepenuhnya bersama keluarga,” katanya Jumat (04/08/2017).

Dalam penerapan sistim 5 hari masuk sekolah, siswa jenjang SMP sendiri berada di sekolah selama 8 jam sejak pukul 07.15 hingga pukul 15.00 wib. Waktu berada disekolah ini jauh lebih lama dari sebelumnya yang hanya 6 jam mulai pukul 07.15 hingga 13.20 wib.

“Dengan perubahan jadwal ini, mata pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti matematika dan IPA kita taruh di awal, agar lebih fresh. Kegiatan ekstrakulikuler sebagian juga kita gabung agar lebih efektif,” katanya.

Salah satu perubahan cukup mendasar dalam proses belajar-mengajar sistim lima hari masuk sekolah adalah penguatan pendidikan karakter bagi siswa. Terdapat lima komponen yang diperkuat yakni, religiusiatas, nasionalisme, kemandirian, gotong-royong dan integritas.

“Untuk meningkatkan religiusitas misalnya, mulai tahun ajaran baru ini siswa melakukan ibadah salat  zuhur dan asar berjamaah di sekolah. Untuk siswa non muslim juga melakukan kegiatan ibadah di sekolah secara terpisah,” katanya.

Sementara itu hal senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Tamansiwa, Budi Angkoso. Semenjak penerapan sistem lima hari masuk sekolah, sejumlah penyesuaian dilakukan.

Salah satunya dengan menyiapkan orangtua/wali siswa agar mendukung semua proses kegiatan belajar mengajar yang baru.

“Di awal semua orang tua siswa sudah kita undang dan kita berikan informasi mengenai perubahan sistim ini. Sehingga orang tua siap dalam misalnya memberikan uang jajan, mengantar jemput anak dsb. Sejauh ini tidak ada masalah dan berjalan baik sebagaimana mestinya,” katanya.

 

Lihat juga...