Revitalisasi Pura Mangkunegaran Tertunda

SOLO — Rencana revitalisasi Pura Mangkunegaran, yang sedianya dijadwalkan pada 2017 ini terpaksa tertunda. Hal ini dikarenakan lelang revitalisasi Pura Mangkunegaran telah gagal hingga tiga kali. Revitalisasi baru bisa dilaksanakan pada awal 2018, nanti.

Simbol Puro Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah. -Foto: Harun Alrosid

“Kepastian revitalisasi ini mundur setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PUR) mengirimkan surat perihal gagal lelangnya proyek revitalisasi hingga tiga kali,” kata Plt Kabupaten Mandropuro Puro Mangkunegaran, RT Supriyanto Waluyo, dalam jumpa pers, Kamis (24/8/2017).

Surat Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya, Nomor PR.01.03-DC/882 tertanggal 15 Agustus 2017 itu menyebutkan tiga hal penundaan proyek revitalsiasi. Di antaranya paket pekerjaan revitalisasi yang dianggarkan Rp24,3 miliar akan dilaksanakan selama tujuh bulan. Proses pengadaan barang dan jasa mengalami gagal lelang hingga tiga kali tanpa pemenang.

“Untuk alasan kenapa bisa gagal lelang hingga tiga kali, kami tidak mengetahui secara jelas. Hanya saja, dalam surat itu diterangkan jika revitalisasi akan dilakukan pada awal 2018,” sebutnya.

Dana yang dikucurkan mencapai Rp24,3 miliar, Pemerintah akan merevitalisasi lingkungan Pamedan Puro Mangkunegaran, Panti Putro, dan rekontruksi ruang kereta. Desain Engeenaring Detail (DED) ruang kereta sudah ada di Perpustakaan Kuno Mangkunegaran (Rekso Pustoko).

Sedangkan perbaikan pada Pamedan Puro Mangkunegaran, akan dilakukan dengan pavingisasi, baik di sisi barat maupun timur. “Kalau Panti Putro memang harus diperbaiki, karena kondisinya yang sudah rusak parah. Tertundanya revitalisasi ini sebenarnya kita sayangkan, karena kita sudah banyak menolak kegiatan yang sebelumnya digelar di Mangkunegaran,” tandasnya.

Lihat juga...