Puluhan Tahun tak Tersentuh Pembangunan, SDN 2 Bangunrejo Gunakan Kelas Rangkap

LAMPUNG – Berada di daerah transmigrasi di Dusun Bangundana, Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, membuat SDN 2 Bangunrejo selama puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan hingga beberapa ruang belajar mengalami kerusakan.

Sebagai sekolah dasar yang masuk di wilayah kecamatan pemekaran perhatian terhadap fasilitas pendidikan yang rusak tersebut telah diusulkan oleh wali murid yang tergabung dalam komite sekolah guna memperhitungkan faktor keselamatan siswa dan guru. Selain rusak, keterbatasan juga masih terjadi dengan sebanyak enam kelas masih menggunakan tiga kelas sistem rangkap.

Kondisi kerusakan yang terjadi hingga tahun 2015 tersebut dibenarkan oleh pihak sekolah melalui Kepala Sekolah SDN 2 Bangunrejo, Eriadi, A.Ma.Pd yang sudah memimpin sekolah tersebut selama sepuluh tahun. Beberapa bagian bangunan sekolah yang sempat rusak dan membahayakan kegiatan belajar mengajar diakuinya dengan patahnya kuda-kuda yang berimbas amblasnya bagian atap bangunan.

“Kami masih mempergunakan kelas rangkap selama puluhan tahun dan rehab sekolah juga dilakukan karena sudah mau roboh sehingga usulan kita ke pemerintah melalui dinas pendidikan benar-benar diprioritaskan sebelum sekolah ambruk,” ungkap Eriadi, A.Ma.Pd, Kepala Sekolah SDN 2 Bangunrejo saat dikonfirmasi Cendana News di sekolah yang terletak di Jalan Trans Ketapang, Kamis (24/8/2017).

Berkat perjuangan komite sekolah yang terdiri dari para wali murid dan guru SDN 2 Bangunrejo, terang Eriadi, selanjutnya perhatian diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan dengan realisasi perehaban lokal pada 2016 sehingga siswa dan guru sudah tidak khawatir akan keselamatan selama kegiatan belajar mengajar. Perehaban gedung sekolah pada tahun 2016 tersebut diakui Eriadi masih belum menjadi solusi akibat para siswa yang kala itu berjumlah sekitar 80 siswa masih harus belajar dengan setiap kelas disekat menggunakan papan triplek sehingga setiap ruang belajar digunakan untuk dua kelas.

Beberapa kelas yang masih menggunakan kelas rangkap tersebut di antaranya kelas 1 dengan kelas 2, kelas 2 dengan kelas 3 dan kelas 4 dengan kelas 6 dengan kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam waktu bersamaan. Kondisi yang berlangsung hingga tahun 2016 tersebut membuat pihak sekolah serta komisi C DPRD Kabupaten Lamsel mengusulkan untuk penambahan kelas baru.

“Selain berkat perjuangan dewan guru dan komite kami juga dibantu oleh Komisi C yang membidangi infrastruktur khususnya bidang pendidikan sehingga usulan bisa direalisasikan,” terang Eriadi.

Usulan tersebut sangat beralasan karena dengan lahan sekolah seluas 8.000 meter persegi upaya perluasan dan penambahan lokal masih sangat memungkinkan termasuk pembangunan lokal perpustakaan yang dirangkap sebagai ruang guru pada tahun 2016.

Pembangunan lokal baru dengan sebanyak 3 ruang belajar atau kelas untuk kelas 1, 2, dan 3 sejak awal tahun ini akan selesai dan ditargetkan bisa diserahterimakan pada awal bulan Oktober 2017. Termasuk pembuatan talud akibat lokasi sekolah di lahan miring. Tambahan lokal tersebut diakui Eriadi diharapkan bagi sebanyak 76 siswa pada tahun ajaran baru 2017/2018 tidak harus belajar dengan sistem kelas rangkap dan sebanyak 6 guru PNS serta 2 tenaga honorer bisa mengajar dengan nyaman.

Andi, siswa kelas 6 SDN 2 Bangunrejo mengaku sangat berharap masih bisa mengalami belajar di kelas yang terpisah dengan kelas lain sebab selama duduk di bangku SD kelas 1 hingga kelas 6 dirinya masih mengalami kelas rangkap. Selain kerap tidak fokus akibat ruangan hanya disekat dengan triplek ia mengaku kondisi ruangan sangat sempit.

”Kalau sudah selesai bangunan yang ada di sekolah kami, pastinya kelas lebih luas dibandingkan saat ini dan lebih nyaman,” ungkap Andi.

Hingga kini, sebagian siswa dan guru yang menunggu bangunan baru selesai dibangun dengan konstruksi bata permanen dan atap rangka baja serta genteng metal tersebut masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem kelas rangkap.

Eriadi, Kepala Sekolah SDN 2 Bangunrejo Kecamatan Ketapang di sekolah baru yang masuk tahap penyelesaian. [Foto: Henk Widi]

 

 

 

Lihat juga...