Puluhan Tahun Mbah Juwariyah Jadi Spesialis Pijat Bayi Tradisional di Ketapang
LAMPUNG –— Kondisi badan yang fit serta kebutuhan akan kesehatan fisik masih menjadi harapan bagi setiap orang termasuk bagi bayi. Sunarti (38) warga Desa Karangsari Kecamatan Ketapang, menyadari hal itu, ketika ia membawa bayi berumur sekitar enam bulan yang diakuinya akan diurut atau dipijat oleh Mbah Juwariyah (77).
Orang tua ini dikenal sebagai tukang pijat bayi di wilayah tersebut. Sebagai seorang ibu yang memiliki tiga orang anak ia menyebut sudah lama mempercayakan proses kesembuhan sang anak saat mengalami keluhan diantaranya nafsu makan berkurang,batuk serta saat anak anaknya kelelahan saat bermain hingga mengalami keseleo.
Sunarti menyebut memiliki anak bayi yang lahir secara normal dengan bantuan bidan tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mempergunakan jasa tukang urut atau pijat bayi. Sebelum aktivitas memijatkan sang anak ia menyebut terlebih dahulu menyampaikan keluhan yang dialami sang anak kepada tukang pijat bayi tradisional yang dikunjunginya.
Ia menyebut beberapa pekan sebelumnya sang bayinya kerap mengalami susah tidur dan rewel saat malam hari meski telah menerima asupan air susu ibu yang rutin dan setelah mendapat pijatan dari Mbah Juwariyah bayinya bisa tidur dengan nyenyak dan tidak rewel.
“Seperti pada dua anak saya sebelumnya setiap ada masalah saya bawa ke tukang pijat bayi dan kondisinya membaik sehingga anak ketiga saya tetap saya bawa ke sini untuk proses pemijatan,” terang Sunarti saat ditemui Cendana News tengah membawa bayinya ke tukang pijat bayi tradisional di Desa Karangsari, Jumat (18/8/2017).
Sunarti menyebut setelah mendapat terapi pijat dari mbah Juwariyah sang anak dalam kondisi sehat dan ia kembali membawa bayinya untuk mendapat pijatan agar bayinya tetap rileks dan tidak rewel.
Sebelum proses pemijatan sang bayi terlebih dahulu digendong oleh sang pemijat agar tidak rewel untuk selanjutnya dipijat di pangkuan pemijat serta di tempat yang telah disiapkan. Ia bersama kaum ibu di wilayah tersebut mengaku sudah menjadi kebiasaan warga di wilayah tersebut dan merasa cocok dengan hasil pijatan yang dilakukan oleh Mbah Juwariyah.
Sunarti juga menyebut masih mengandalkan jasa pijat tradisional untuk keluhan keluhan yang dialaminya sebagai seorang ibu menyusui diantaranya dengan proses pemijatan untuk dirinya. Sebagai ibu rumah tangga yang kerap masih bekerja mengurus rumah tangga dan mengurus bayi dirinya kerap merasa lelah secara fisik dan proses pemulihan kerap dilakukan dengan meminta pijat tradisional oleh Mbah Juwariyah.
Mbah Juwariyah yang ditemui Cendana News mengungkapkan keahlian memijat bayi bahkan hingga orang dewasa sudah dilakukannya puluhan tahun silam hingga kini usianya mencapai 77 tahun masih banyak warga terutama kaum ibu membawa anak bayinya bahkan hingga anak yang sudah besar.
Dirinya bahkan mengaku pernah mendapatkan pelatihan sekaligus sertifikasi dari Dinas Kesehatan sebagai pemijat yang sudah diakui dan memiliki tekhnik pijat yang terbukti sudah menjadi rujukan warga untuk proses pijat anak anak di bawah lima tahun (balita).
Meski demikian Juwariyah yang sudah memiliki enam cucu dan dua cicit tersebut tidak pernah mempromosikan dirinya atau mendatangi rumah warga yang membutuhkan jasa untuk dipijat.
“Kalau warga menyebut urut dengan mbah Juwariyah cocok dan saya hanya bersedia melayani proses pemijatan di rumah untuk keluhan serta keseleo,” ungkap Mbah Juwariyah.
Beberapa manfaat pijat bagi bayi diakui oleh Juwariyah khususnya bagi anak anak di antaranya membantu mengatasi masalah tidur pada bayi, membantu sirkulasi darah, membantu menambah nafsu makan serta manfaat lain.
Hasil akan tampak, seperti bayi menjadi rileks. Pijat bayi ini juga sekaligus sebagai terapi. Terapi yang dilakukan di antaranya beberapa anak yang mengalami keterlambatan untuk berjalan atau berbicara.
Dikenal sebagai tukang pijat tradisional khusus bayi atau spesialis pijat bayi namun dirinya mengaku tidak pernah mengiklankan diri bahkan memasang plang. Selama puluhan tahun sejak umurnya 30 tahun hingga kini menjadi tukang pijat sudah banyak orang yang datang kepadanya untuk dipijat.
Beberapa orang yang dipijat dan cocok bahkan menjadi pemberi rekomendasi warga lain terlebih dirinya sudah diakui sebagai tukang pijat tradisional yang diakui oleh Dinas Kesehatan.
Selain sebagai spesialis tukang pijat bayi namun ia juga tak menolak orang dewasa terutama kaum wanita yang mengalami keluhan kelelahan, anak anak yang keseleo akibat bermain serta keluhan keluhan lain tanpa menggunakan obat obatan.
Dirinya hanya menggunakan minyak kelapa dan terkadang jamu kencur sebagai penghangat saat proses pemijatan. Hampir setiap hari hingga kini ia menyebut selalu ada orang yang datang kepadanya membawa bayi untuk dipijat dengan berbagai keluhan.
“Ibu ibu yang membawa bayinya datang dengan berbagai keluhan dan sebagian besar cocok sehingga datang kembali sebulan sekali memijatkan bayinya”terang Juwariyah.
Sebagai tukang pijat bayi dan terkadang orang dewasa ia mengaku tidak pernah mematok tarif untuk kesembuhan atau kondisi sehat yang dialami setiap pasien setelah dipijat. Berapapun keikhlasan orang yang datang kepadanya membawa bayi untuk dipijat diterimanya dengan ikhlas berupa uang dan terkadang membawa beras.
Meski diusianya yang sudah senja ia mengaku masih banyak ibu ibu yang memiliki anak bayi membawa bayinya untuk dipijat dengan harapan tetap dalam kondisi bugar dan bertumbuh secara normal.
