Produk UMKM di Mentawai Terkendala Jejaring

PADANG — Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengaku sampai saat ini
masih rendah nilai tambah ekonomi dan daya saing daerah dalam pengembangan
ekonomi dan usaha masyarakat di Mentawai, seperti halnya produk industri
kecil dan industri rumah tangga.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam
penguasaan teknologi, inovasi, diversifikasi produk. Kondisi yang demikian,
diperparah belum adanya jejaring kerjasama pemasaran produk industri yang
dihasilkan oleh masyarakat.

“Di Mentawai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang banyak itu buka usaha berbagai bidang, seperti laundry, menjual sayur, gorengan, dan yang banyak UMKM lainnya. Kini
persoalan untuk mengembangkan itu ialah jejaring yang masih minim, sehingga pemasarannya hanya diketahui masyarakat disekitar suatu desa saja,” katanya,
di Padang, Selasa (22/8/2017).

Sedangkan terkait dana desa yang diperuntukan untuk desa-desa yang ada di
Indonesia ini, khusus di Mentawai pada umumnya dimanfatkan untuk pembangunan
infrastruktur, dan belum dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi masyarakat
desa (belum ada BUMDes).

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet (tengah) bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan dari pihak Kementerian Keuangan/Foto: M. Noli Hendra

Pesoalan lainnya, belum berjalannya peranan koperasi dan belum optimal dalam
pengembangan teknologi tepat guna, untuk mendorong tumbuhnya industri rumah
tangga dan UMKM. Hal ini juga disebabkan, keterbatasan akses pelaku usaha
untuk meningkatkan permodalan melalui pemanfaat kredit.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengarahkan palaku UMKM di Mentawai untuk menggarap potensi umbi-umbian yang dinilai cukup banyak di Kepulauan Mentawai. Apalagi sebelumnya masyarakat di Mentawai telah dilantih untuk mengelolah umbi-umbian yang ada di Mentawai. Hingga kini telah ada dua angkatan telah berjalan yang ada di Sikabaluan dan Siberut Selatan.

Menurutnya, alasan dirinya mengarahkan masyarakat Mentawai untuk mengelolah potensi umbi-umbian, karena Nasrul berharap pemberdayaan masyarakat untuk berwirausaha.

“Dari dinas Koperasi dan UMKM Sumbar menyatakan untuk 2018 akan memperjuangkan pembuatan tempat berjualan di pelabuhan yang ada di Mentawai sebagai tempat pemasaran,” ujarnya.

Ia berharap, ke depannya koperasi di Kepulauan Mentawai terus tumbuh dari kelompok-kelompok pelaku usaha yang ada. Tentunya, dari Pemerintah Provinsi Sumbar akan membantu pelaku usaha di Mentawai, seperti pelatihan dan pembinaan.

Lihat juga...