Manisnya Pot Bunga Ban Bekas dari Keerom
KEEROM – Usaha pot bunga dari bahan ban bekas, mampu mendatangkan keuntungan sekitar sepuluh juta rupiah per bulan. Usaha yang ditekuni kelompok Jati di Kampung Baburia, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom ini juga mampu menjadi daya tarik bagi warga pelintas kampung tersebut.
Pot bunga ban bekas yang didesain khusus serta diberikan tampilan warna dari cat minyak warna warni, memukau setiap pengendara yang melintas di kampung Baburia itu. Faktanya, pot ban bekas yang dibandrol Rp180 ribu per pot itu terus dipesan sejumlah warga maupun instansi pemerintah Kabupaten Keerom.
“Kami berterima kasih kepada saudara-saudara warga transmigrasi, dari merekalah kami mendapatkan pengetahuan kreatif ini. Dan, kami manfaatkan untuk usaha kecil kami,” kata Dius Tabuni, yang juga Kepala Kampung Baburia, saat ditemui Cendana News, Selasa (15/8/2017).
Dengan modal pas-pasan sekitar Rp500 ribu untuk membeli cat, dan meminjam alat kerja berupa gunting, linggis, serta lainnya, kepada warga trans di Arso 1, dirinya tetap bersyukur dengan karya yang telah dihasilkan.
“Dalam kelompok kami ini ada berbagai macam suku, ada Jawa, Serui, dan kami sendiri dari suku Dani, Wamena,” ujarnya.
Ia mengaku, sejak 2016 baru merintis usaha pot bunga dari ban bekas. Banyak hambatan yang selalu ditemui, salah satunya ketika ada yang mengorder dengan jumlah banyak seperti 10 pot bunga, tak jarang ia bersama teman-teman menggunakan kendaraan roda dua mengangkut pot bunga tersebut berkali-kali.
“Kalau 10 pot bunga, ya kami bolak-balik sampai tiga kali, seperti kemarin ada orang dari Arso 1 pesan 10 buah, kami bolak-balik antar gunakan motor 3 kali bolak-balik, jaraknya sekitar 15 kilometer,” tuturnya.
Sejauh ini, katak Dius yang beristri 2 itu, Kelompok Jati telah ada beberapa tahun lalu, tetapi hanya usaha bibit tanaman. Terketuk niatnya untuk usaha pot bunga ban bekas lantaran pernah melihat usaha itu di Sentani, Kabupaten Jayapura.
“Kami masih terbatas dengan modal, tapi tak mau mengeluh serta mengemis kepada pemerintah. Kami berusaha agar tetap mandiri untuk sukses hidupi usaha serta keluarga kami,” kata bapak beranak empat ini.
Hendro, pekerja swasta mengatakan setiap dirinya mempunyai ban mobil bekas sering memberikan ke Kelompok Jati melalui Pak Dius. Tapi, dirinya tak terpikir, kalau ban bekas itu mau dijadikan usaha pot bunga ban bekas.
“Idenya bagus sekali, jarang-jarang ada yang jual pot bunga seperti itu di sini (Arso 9) dan membuat pot bunga ban bekas itu susah, bayangkan saja balikkan bannya itu yang paling susah,” kata Hendro.
Kampung Baburia memiliki 759 kepala keluarga dengan total 3.097 jiwa ini mempunyai 8 dusun, 22 RT dan 5 RW, mempunyai unggulan seperti usaha kreatif pot bunga ban bekas yang sudah mulai dilirik peminat dari beberapa kampung, bahkan distrik. Sayang, belum ada tempat khusus untuk penjualan ini, si pelaku usaha masih memajang di teras rumah miliknya.
