Pimpinan Angkatan Laut Dunia Membahas Kerjasama Keamanan Laut di Bali
BADUNG — Sebanyak 53 pimpinan angkatan laut di seluruh dunia berkumpul di Bali. Meraka bertemu dalam acara Internasional Maritim Security Simposium (IMSS) 2017. Mereka bertemu untuk membahas kerjasama multilateral khususnya keamanan laut.
Pada acara yang mengambil tema “Maritime Coorporate For Good Order At Sea”, dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Nusa Dua Bali (24/8)
Dalam sambutannya Wiranto mengajak negara-negara di Asia Tenggara dan Global untuk meningkatkan kerjasama keamanan di bidang maritim karena hal itu penting dilakukan mengingat kejahatan antar negara seperti ilegal fishing, Ilegal logging, human trafficking, narkoba, terorisme dan kasus penyanderaan banyak dilakukan di tengah laut.
“Dibutuhkan peneningkatan kerjasama antar negara untuk bisa menanggulangi masalah kejahatan laut tersebut,” ucap Wiranto.
Wiranto menambahkan, kejahatan lewat laut itu merupakan kejahatan antar negara sehingga membutuhkan negara lain untuk bisa menanggulangi hal tersebut.
“Tidak bisa dalam satu negara mampu melakukan penaggulangan keamanannya sendiri, oleh sebab itu dibutuhkan bantuan negara lain,” papar mantan Panglima ini.
Wiranto juga memberikan penekanan simposium ini bisa menghasilkan suatu gagasan baru dalam rangka memperkuat kerjasama maritim terutama masalah keamanan.

Sementara itu, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, pertemuan ini merupakan ajang tukar menukar informasi dan pandangan antar setiap negara terkait permasalahan yang terjadi di lapangan. Selain itu kegiatan ini juga merupakan bentuk bukti nyata negara Indonesia dalam mendukung stabilitas keamanan baik di tingkat ASEAN maupun Global.
“Kami ingin mengajak negara-negara di dunia untuk bersama-sama mendiskusikan permaslahn keamanan. Meskipun pertemuan ini tidak menghasilkan keputusan, akan tetapi hal ini akan disampaikan kepada negaranya masing-masing,” ucap KSAL TNI Ade Supandi.
Sekedar informasi, kegiatan IMSS ini merupakan ajang yang digelar setiap dua tahun sekali dan dimulai sejak 2013 lalui. Kegiatan simposium ini rencananya akan digelar selama dua hari guna membahas berbagai masalah maritim baik ditingkat Asia Tenggara maupun Internasional.