MANADO – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) semakin bahagia pada tahun 2017 ini.
“Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia indeks kebahagiaan Sulut berada pada urutan ketiga setelah Maluku Utara dan Maluku,” kata Kepala BPS Sulut Moh Edy Mahmud di Manado, Rabu.
Dia mengatakan indeks Kebahagiaan Sulut tahun 2017 berdasarkan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) sebesar 73,69 pada skala 0-100.
“Indeks Kebahagiaan Sulawesi Utara tahun 2017 merupakan indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi, yaitu kepuasan hidup (Life Satisfaction), perasaan (Affect), dan makna hidup (Eudaimonia),” katanya.
Kontribusi masing-masing dimensi terhadap Indeks Kebahagiaan Sulut adalah kepuasan hidup 34,80 persen, perasaan (Affect) 31,18 persen, dan makna hidup (Eudaimonia) 34,02 persen.
Nilai indeks masing-masing dimensi Indeks Kebahagiaan adalah indeks dimensi kepuasan hidup sebesar 74,27, indeks dimensi perasaan (Affect) sebesar 69,29, dan indeks dimensi makna hidup (Eudaimonia) sebesar 77,11.
Dia menjelaskan semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan penduduk yang semakin bahagia. Sebaliknya, semakin rendah nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan penduduk yang semakin tidak bahagia.
Metode pengukuran Indeks Kebahagiaan tahun 2017 mengalami perubahan, karena terdapat penambahan cakupan indeks dibandingkan tahun 2014.
Pada tahun 2014, Indeks Kebahagiaan hanya menggunakan Dimensi Kepuasan Hidup. Sedangkan pada tahun 2017, Indeks Kebahagiaan ditambahkan Dimensi Perasaan (Affect) dan Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia).
Perubahan lainnya, pada tahun 2017 Dimensi Kepuasan Hidup terbagi menjadi dua subdimensi, yaitu Subdimensi Kepuasan Hidup Personal dan Subdimensi Kepuasan Hidup Sosial. (Ant)