Malang, Kota Ketiga yang Disambangi untuk Sosialisasikan Epub
MALANG — Setelah Bandung dan Yogyakarta, Malang menjadi kota ketiga yang dikunjungi Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dan Yayasan Mitra Nitra untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan buku E-Pub untuk tunanetra. Sebanyak 120 tunanetra turut hadir dalam pelatihan yang di adakan di Guest House Universitas Brawijaya, Sabtu (26/8/2017).
Dalam proses pemberdayaan tunanetra khususnya di bidang pendidikan, salah satu masalah besar yang dihadapi adalah akses informasi ke buku. Oleh sebab itu Pertuni memberikan perhatian yang sangat serius untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ketua umum Pertuni, Aria Indrawati mengaku bahwa untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pertuni sangat yakin bahwa teknologi adaptif atau teknologi alat bantu yang khusus diciptakan bagi tunanetra akan mampu mengatasi persolan keterbatasan akses ke buku.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pertuni tentu tidak dapat melakukannya sendiri. Pertama Pertuni harus bermitra dengan satu lembaga yang memiliki keahlian di bidang teknologi yakni Yayasan Mitra Netra.
Menurut Aria, Yayasan Mitra Netra sudah sejak tahun 1991 telah melakukan upaya-upaya termasuk yang berbasis teknologi untuk membuat tunanetra bisa membaca buku. Upaya pertama yang dilakukan menyediakan buku braille. Kemudian dengan berkembangnya teknologi menyediakan buku audio digital.
Dan terakhir pada 2016 Yayasan Mitra Netra berhasil melakukan rekayasa teknologi dengan menciptakan buku dalam format Epub yang dapat dibaca tunanetra, baik menggunakan komputer yang dilengkapi dengan aplikasi membaca layar maupun dengan telepon pintar, (Smart phone).
“Sekarang adalah eranya smartphone. Pertuni tidak ingin tunanetra menggunakannya hanya untuk kesenangan. Tetapi Pertuni mengharapkan agar bisa digunakan untuk memberdayakan tunanetra dan memperluas wawasan mereka,” terangnya.

Sekarang sudah banyak tunanetra yang menggunakan smartphone, untuk itu Pertuni memanfaatkan situasi tersebut dengan mengadakan serangkaian sosialisasi dan pelatihan penggunaan buku Epub untuk tunanetra.
“Kita mulai dari Jawa terlebih dulu dan tahun depan baru melebar ke luar jawa,” jelasnya.
Disebutkan pada Epub, sudah ratusan jenis buku yang diunggah. Buku-buku tersebut dibuat dalam bentuk elektronik dimana struktur bukunya disesuaikan dengan buku asli sehingga sangat aksesibel bagi tunanetra. Yang dapat menjadi anggota Pustaka Mitra Netra adalah tunanetra yang masih memiliki sisa penglihatan maupun buta total dan telah mendaftarkan diri serta telah memenuhi perayaratan.
Lebih lanjut, Aria menyampaikan bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan tunanetra khususnya yang berhubungan dengan teknologi, sejak tahun 2010 Pertuni juga mendapatkan dukungan penuh dari Yayasan Damandiri.
Aria mengatakan, pelatihan buku Epub kali ini memang di selenggarakan di kota Malang, tapi tidak semata-mata hanya menyasar tunanetra di kota Malang, namun juga dari kawasan Jawa Timur. Dari catatan administrasi petugas pendaftaran, ada 120 tunanetra di Jawa Timur mendaftar dan mengikuti acara pelatihan ini.
“Pertuni berharap dari antusiasme peserta yang hari ini hadir mengikuti pelatihan buku Epub. Selanjutnya bisa menularkan ke seluruh tunanetra di Jawa Timur yang belum berkesempatan hadir, agar nanti mereka juga bisa memanfaatka untuk memperluas pengetahuan,” tutupnya.