Ini Mukena Khas Bali Yang Terkenal Hingga Mancanegara

DENPASAR — Tidak hanya terkenal sebagai gudangnya kebudayaan dengan deretan destinasi wisata kelas dunia, Pulau Bali juga dikenal sebagai Sentra Penjualan Mukena Khas Bali.

Sentra penjualan mukena ini dapat ditemui di sepanjang Jalan Tukad Baru, Pemogan Denpasar Selatan , Bali.

Menurut Ulfan Ramdhani pengrajin sekaligus penjual umumnya, para pembeli memburu kain yang dikenakan wanita untuk salat ini, karena selain memiliki motif unik khas Bali yang terkenal kaya dengan budayanya, bahan halus.

Itu sebabnya mukena ini enak untuk digunakan sangat halus serta lembut sehingga adem adat dikenakan. Ada tiga jenis bahan yang digunakan untuk membuat mukena yang paling dicari. Yaitu bahan rayon, katun dan jenis bahan songket Bali.

“Yang lagi tren atau paling diminati oleh para pembeli itu variasi baru, yaitu motif kombinasi bunga, songket bali dan brokat yang biasa digunakan untuk membuat kebaya Bali, ini yang para guru laris mas,” ucap pria yang memulai bisnis sejak empat tahun yang lalu.

Selain menjual secara langsung dengan cara memasarkan produknya di toko yang sekaligus digunakan untuk tempat produksi membuat mukena motif Bali, Ulfan juga memasarkan mukena miliknya melalui jejaring media sosial seperti Instagram, dan Facebook.

Sehingga tidak jarang pesanan hanya datang dari Pulau Bali, melainkan datang dari berbagai tempat di Indonesia. Bahkan pesanan juga datang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura serta negara-negara di Timur Tengah.

“Kadang ada pembeli atau buyer dari daerah luar Bali mas, seperti Jakarta, Medan, dan beberapa tempat lainnya, kita juga pernah ada pesanan dari luar negeri,” jelasnya.

Ulfan menambahkan, penjualan mukena khas Bali ini paling dicari oleh pembeli ini menjelang tiga bulan sebelum bulan puasa tiba. Penjualan mukena pun meningkat sekitar 400 persen dengan omzet 30 hingga 40 juta rupiah dalam sehari.

Dalam setiap UMKM yang ingin mengembangkan usaha pasti ada kendala yang akan dihadapi, seperti yang dialami oleh Ulfan Ramdhani saat ingin memajukan usaha industri kecil miliknya.

Dia mengatakan selain terkendala dana juga berkaitan dengan pemasaran produknya. Dia mengaku, meskipun mukena bali menjadi salah satu oleh-oleh khas Bali yang diburu oleh wisatawan saat berlibur di Bali.

Sayangnya hal ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, bahkan belum pernah diikutkan dalam eksebisi yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat.

“Terus terang saja kami tidak pernah di lirik oleh pemerintah setempat untuk dibekali pelatihan baik cara pengemasan serta proses pemasaran secara digital,” tutur pria asli Singaraja tersebut.

Dia berharap ke depannya adanya perhatian dari pemerintah setempat. “Inginkan sudah menjadi salah satu oleh-oleh khas Bali,” tutupnya.

Mukena merupakan salah satu media yang digunakan wanita untuk ibadah umat muslim.berbagai motif serta bahan di ciptakan agar nyaman saat digunakan.

Mukena bali diburu masyarakat karena dikenal dengan motifnya yang bagus serta bahan yang digunakan sehingga enak data dikenakan. Selai itu mukena ini juga murah.

Dewi Lestari, pelancong asal Jakarta ini tidak melewatkan kesempatan berburu mukena khas Bali saat berlibur di pulau seribu pura tersebut.

Dia mengaku mengetahui centra penjualan mukena khas Bali ini dari temennya yang kebetulan sudah pernah datang dan membeli mukena ditempat ini.

“Mumpung di Bali, sekalian saja mampir,” cetusnya.

Dewi menambahkan, dirinya akan membeli mukena ini untuk oleh-oleh keluarganya di Jakarta. “Beli buat saya sendiri dan orang tua serta temen kantor,” ucap Dewi.

Sekedar informasi, di Sentra Penjualan Mukena Khas Bali ini, terdapat sekitar 40 pedagang mukena. Berbagai motif dengan segala ukuran dapat dijumpai di sini. Tentunya dengan harga pas di kantong.

Lihat juga...