Pelatihan ke Bogor Berkat Posdaya
PADANG — Sosok Pak Hakki Priadi, tidak asing lagi di RW IX Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Ia dipercaya oleh warganya sebagai Ketua Kelompok Tani. Luar biasanya, ia juga ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani, meskipun ia bukan wanita.
Bermula dari program Hibah Bina Desa Universitas Tamansiswa pada 2014 di bawah bimbingan Dr. Ir. Zasmeli Suhaemi, MP, akhirnya terbentuk Posdaya dengan Pak Hakki sebagai ketuanya.
Pelatihan dan percontohan yang diberikan oleh mahasiswa Unitas langsung dipraktikkan oleh Pak Hakki bersama kelompok Posdaya Taman Teratai. Budidaya jamur tiram putih sampai sekarang masih dijalankannya di kelompoknya serta di rumahnya sendiri. Saat ini Pak Hakki sudah memiliki puluhan ribu baglog jamur dan bisa menghasilkan 10–20 kg jamur setiap harinya.
Melihat perkembangan usaha budidaya Jamur Tiram Pak Hakki dan kelompoknya, Dinas Pertanian Kota Padang pernah mengutusya sebagai perwakilan Padang untuk mengikuti pelatihan di Bogor.
“Saya senang sekali karena berkat jamur dan Posdaya , bisa sampai ke Bogor dan dibiayai Pemerintah,“ ungkapnya beberapa waktu yang lalu.
Diakuinya, ini merupakan pengalaman pertamanya bepergian jauh lewat udara, dan dikirim sebagai perwakilan kelompok tani kota Padang. Pengalaman yang tak terlupakan itu yang membawa ia merasa masih banyak hal yang harus dipelajari.
Merasakan manfaat ilmu tentang budidaya Jamur yang didapatnya, Pak Hakki juga aktif berbagi ilmu dengan warga lain di kelurahannya, hingga terbentuk 2 kelompok usaha budidaya Jamur baru yang sampai saat ini juga masih berkembang baik.
Saat ini warga sekitar rumahnya sudah mengenal Pak Hakki dengan budidaya jamurnya, sehingga “soal pemasaran bukan masalah” katanya. Namun ia sempat mengeluhkan soal pemasaran di saat Idul Fitri. Masyarakat jarang yang membeli karena cenderung mengkonsumsi daging.
Berdasarkan pengalaman tersebut, ia berharap adanya Koperasi Usaha Jamur yang didirikan di Kota Padang, dapat memudahkan petani jamur dalam memasarkan produknya dan mengolah jamur tiram segar sebagai bahan pangan sehat, terutama saat Idul Fitri dan Idul Adha.
Beranjak dari pemikiran tersebut, dengan inisiasi Zasmeli Suhaemi (bu Emi) maka beberapa petani jamur di bawah binaan Pak Hakki dan mahasiswa Unitas pendamping Posdaya berkumpul di kediaman Ibu Emi pada 17 September 2016.

Mereka sepakat membentuk sebuah koperasi produksi yang mewadahi petani Jamur untuk memperoleh bibit jamur, memasarkan produk segar dan olahan.
Setelah diskusi yang panjang antar anggota, akhirnya pada 30 Juli 2017 resmi terbentuk pengurus koperasi, yang diberi nama Koperasi Pemberdayaan Keluarga (Kopdaya) Minang dengan jumlah pendiri 24 orang yang sudah memiliki usaha Jamur Tiram dengan website: http://kopdayaminang.blogspot.co.id.
Saat ini anggota koperasi umumnya masih memiliki usaha skala kecil dengan produksi harian kurang dari 5 kg, sedangan konsumen lebih sering memesan untuk jumlah banyak di atas 5 kg.
Sehingga diharapkan Koperasi akan menjadi tempat menumpukan sementara produksi dari anggota, sehingga jumlah jamur yang tersedia untuk dipasarkan lebih banyak, dan pelanggan lebih nyaman karena tidak perlu mencari Jamur tiram dari 2 atau lebih petani jamur.
Dr. Zasmeli Suhaemi, Staf Pengajar Fakultas Pertanian Univ Tamansiswa Padang