PT. KAI : Kereta LRT Jabodetabek Ditargetkan Beroperasi 2019
JAKARTA — PT. Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan bahwa pengerjaan pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek ditargetkan akan selesai paling cepat kuartal 1 Tahun 2019 (Januari-Maret). Demikian penyataan resmi yang disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama PT. KAI Edi Sukmoro kepada wartawan di Jakarta.
Edi Sukmoro menjelaskan hingga saat ini secara keseluruhan pengerjaan proyek LRT sebenarnya sudah mencapai 17 persen. Diharapkan dengan beroperasinya proyek pembangunan LRT tersebut maka akan dapat mengurai kemacetan dan keruwetan arus lalu lintas kendaraan bermotor yang biasa terjadi di daerah Cibubur, Jakarta Timur.
Dengan beroperasinya LRT maka kedepannya diharapkan menjadi salah satu alternatif atau solusi mengatasi kemacetan yang biasa terjadi setiap hari, terutama pada saat jam berangkat kerja di pagi hari maupun jam pulang kerja di sore hari , khususnya di wilayah Ibukota Jakarta dan sekitarnya.
Edi Sukmoro berharap semoga dengan beroperasinya LRT tersebut akan dapat mengurangi beban kemacetan lalu lintas kendaraan bermotor khususnya di daerah Cibubur, Jakarta Timur terutama yang mengarah ke Jakarta Pusat atau tempat lainnya. Saat ini pengerjaan proyek infrastruktur LRT sedang dibangun, termasuk juga akses pendukungnya.
“Insha Allah ditargetkan pada Kuartal 1 Tahun 2019, proyek pengerjaan LRT diharapkan akan selesai dan siap dioperasikan. Semoga LRT akan menjadi salah satu alternatif atau solusi mengurangi kemacetan di Ibukota Jakarta, sedangkan dari segi biaya total yang dibutuhkan dalam pembangunan LRT sebesar 26,7 triliun rupiah. Masing-masing biaya pembangunan pra sarana sebesar 21,7 triliun rupiah dan ditambah 5 triliun rupiah untuk biaya pembangunan sarana,” papar Direktur Utama PT. KAI Edi Sukmoro di Jakarta, Selasa (15/8/2017).
Edi Sukmoro juga menjelaskan secara keseluruhan jumlah total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek LRT tersebut bisa dibilang relatif lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya.
Pemerintah sebelumnya memperkirakan bahwa total biaya pembangunan proyek LRT tersebut akan menghabiskan biaya sebesar 31,7 triliun rupiah.