Ikan Asin di Yogya Naik hingga 30 Persen

YOGYAKARTA – Harga komoditas ikan asin di sejumlah pasar tradisional kota Yogyakarta, masih belum mengalami penurunan. Hal ini terjadi sebagai dampak kenaikan harga komoditas garam yang juga masih stabil tinggi.

Yuniati. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Salah seorang penjual ikan asin di pasar Beringharjo Yogyakarta, Yuniati, mengatakan, harga ikan asin melonjak sekitar 10-30 persen sejak beberapa minggu terakhir. Kenaikan bervariasi dari Rp5 ribu hingga Rp30 ribu perkilogram tergantung jenis ikan asin.

Kenaikan harga ikan asin paling tinggi terjadi pada jenis ebi yang merupakan bumbu penting masakan, yakni dari Rp80 ribu perkilogram menjadi Rp110 ribu perkilogram. Kenaikan juga terjadi pada ikan asin jenis teri nasi dari Rp50 ribu perkilogram menjadi Rp63 ribu perkilogramnya.

“Sejak harga garam naik, semua jenis ikan asin juga ikut naik. Seperti ebi, teri nasi, teri jengki, ikan sepat, cucut, layur bandeng, cumi, dan sebagainya. Rata-rata kenaikan berkisar Rp5ribu sampai Rp20ribu perkilo. Tapi, ada juga yang naik Rp30 ribu perkilo. Sudah sejak sebulan terakhir,” katanya, Senin (28/8/2017).

Meski mengalami kenaikan, ia menyebut ketersediaan stok ikan asin sampai saat ini masih stabil. Ia sendiri mengaku biasa mendatangkan barang dari luar daerah seperti Palembang atau Kalimantan.

Dalam sehari ia mengaku bisa menjual hingga 1 ton ikan asin, yang disetor ke pedagang-pedagang eceran di kabupaten kota se-DIY dan sekitarnya. Dengan omset mencapai Rp100 juta perhari.

“Karena merupakan bahan pokok sehari-hari untuk bumbu masakan, memang kenaikan harga beberapa waktu terakhir tidak ada pengaruh ke penjualan. Masyarakat masih tetap membeli walaupun harga cukup tinggi. Selama berjualan Ikan asih belasan tahun baru kali ini, kenaikan harga sampai setinggi ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pembeli ikan asin, Nita, mengaku membeli ikan asin untuk kebutuhan sehari-hari. Meski tidak rutin, ia mengaku sesekali membeki ikan asin untuk variasi menu makanan.

“Kebetulan sekarang petai sedang murah. Makanya, ingin masak sambel teri. Memang harganya sedikit naik. Tapi, tidak masalah, karena saya beli cuma sedikit dan tidak setiap hari,” ujarnya.

Lihat juga...