Petani di Pati Terancam Kekeringan

PATI — Musim kemarau yang yang berkepanjangan sejak Juli hingga Agustus ini, membuat sebagian sawah di Kabupaten Pati mengalami kekeringan. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

Sutrisno, Petani Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. -Foto: Khusnul Imanuddin

Sutrisno, salah satu petani Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Pati, mengaku, khawatir bila kekeringan ini terus-menerus melanda tanaman padinya, karena tanaman padi membutuhkan air yang cukup supaya biji padi yang dihasilkan berkualitas bagus. Jika kekurangan air, biji padi akan banyak yang kosong.

“Kalau musim kemarau berkepanjangan seperti ini biasanya akan banyak biji padi yang kosong atau tidak ada isinya, sehingga tentu akan menurunkan jumlah hasil panen yang kami dapatkan. Bisa-bisa nanti hasil panen yang kami dapatkan hanya 75 persen dari hasil panen yang seharusnya”, kata Sutrisno, saat ditemui, Senin (28/8/2017).

Menurut Sutrisno, kondisi sawah yang mengalami kekeringan tidak hanya di desanya saja, tapi tersebar di desa-desa tetangga dan beberapa kecamatan di Pati yang lain. Dia juga mengaku, jika hal ini tidak bisa ditanggulangi, maka dirinya dan petani padi lainnya terancam gagal panen.

“Saat ini kondisi tanah sudah mulai retak-retak. Kalau ini dibiarkan terus-menerus, bukan hanya menurunnya jumlah hasil panen yang dikhawatirkan, tapi hal yang terjadi bisa saja lebih parah. Tanaman padi bisa menguning karena kekurangan air dan berakibat gagal panen”, ujar Sutrisno.

Sutrisno sendiri berharap pemerintah bisa membantu petani dalam mengatasi hal ini. Sebab, saat ini banyak sekali petani yang kesulitan mengolah tanahnya. Setidaknya pemerintah Kabupaten Pati yang terdiri dari dinas-dinas terkait seperti BPBD, Dinas Pertanian, dan Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Perhutanan, serta instansi terkait lainnya segera berkoordinasi untuk mengatasi masalah kekeringan bersama.

“Kami sebagai petani, ya cuma bisa berdo’a supaya kekeringan ini bisa teratasi. Selain itu, kami berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pati. Setidaknya pemerintah bisa melakukan upaya-upaya tertentu, sehingga peristiwa kekeringan seperti ini tidak terulang di tahun mendatang”, ungkap Sutrisno.

 

 

Lihat juga...