SD di Pati Ini Hidupkan Permainan Tradisional di Perayaan HUT RI Ke-72
PATI — Hari Ulang Tahun Republik Indonesia seringkali diperingati dengan mengadakan berbagai perlombaan, tak terkecuali di SD Negeri Pati Kidul 01. Namun, SD Negeri Pati Kidul 01 memilliki tradisi tersendiri dalam memperingati HUT RI, yaitu dengan mengadakan lomba menggunakan permainan tradisional.
Kali ini untuk memperingati HUT RI ke-72, SD Negeri Pati Kidul 01 mengadakan perlombaan egrang batok. Permainan egrang batok sendiri merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak tempo dulu. Batok berasal dari bahasa jawa yang berarti tempurung kelapa.
Egrang batok terdiri dari tali dan tempurung kelapa. Tempurung kelapa dibelah menjadi dua, sehingga berbentuk setengah bola. Tempurung yang berbentuk setengah bola ini dilubangi di bagian tengahnya lalu di atasnya dikaitkan dengan tali. Sehingga egrang batok dipakai seperti memakai sandal japit dengan tali yang ditarik ke atas dan dipegang tangan.
Yan Syantica Putra, salah satu guru SD Negeri Pati Kidul 01, menjelaskan pihak sekolah sengaja mengangkat permainan tradisional dalam memperingati HUT RI Ke-72. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan budaya asli Indonesia khususnya yang berupa permainan anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi siswa agar semakin mencinta dan melestarikan budaya yang dimiliki bangsanya.
“Kalau kita merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan perlombaan seperti biasa seperti lomba makan kerupuk, balap karung dan lainnya, tentu itu sudah biasa dikenal anak-anak. Karena itu kami ingin anak-anak kami juga mengenal permainan tradisional sebagai budaya asli Indonesia sejak dini,” ujar Putra saat ditemui Rabu, (16/8/2017).
Putra mengaku momen HUT Kemerderkaan RI seperti saat ini sangat cocok untuk mengenalkan budaya asli Indonesia. Hal ini dikarenakan momen kemerdekaan dapat dijadikan refleksi bersama seluruh masyarakat Indonesia untuk semakin mencintai Indonesia. Salah satu cinta Indonesia bisa tercermin dengan mengenal dan melestarikan budaya-budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
Putra juga mencertiakan siswa pada awalnya bertanya-tanya apa nama dari permainan tradisional ini. Dengan rasa penasaran inilah tugas guru untuk menjelaskan bahwa permainan tradisional tersebut dinamakan egrang batok. Selanjutnya para guru juga mengajari bagaimana cara memainkan permainan ini.
“Pihak sekolah dengan sengaja mengkonsep acara bermain egrang batok dengan kegiatan perlombaan. Supaya para siswa antusias memainkannya karena bisa sambil berkompetisi dengan teman-temanya,” kata Putra
Menurut Putra, para siswa sangat senang dan antusias dalam mengikuti perlombaan egrang batok ini. Para siswa juga semangat untuk memainkan terus-menurus egrang batok. Mereka juga mengamati susunan egrang batok, dan itu artinya mereka juga tertarik untuk membuat egrang batok itu sendiri.
Putra berharap dengan adanya lomba balap egrang batok ini, siswa jadi mengenal permainan tradisional yang merupakan budaya asli Indonesia. Dan dia juga menginginkan di momen HUT Kemerdekaan RI Ke-72 ini, siswa SD Negeri pati 01 dapat menjadi pribadi yang cinta Indonesia dan ikut andil dalam melestarikan budaya Indonesia.
