Garam Langka, Satu Bulan Hanya Satu Kali Pengiriman Untuk Stok
BALIKPAPAN — Sejak terjadinya kelangkaan garam akibat gagal panen pada daerah produksi, Kota Balikpapan hanya memperoleh satu kali pengiriman stok garam dalam satu bulan. Meski masih langka, stok garam untuk kota hingga September 2017 masih aman karena baru-baru ini ada pengiriman stok 83 ton.
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan M Soufan mengatakan stok garam untuk kota minyak saat ini masih aman hingga September karena baru-baru ini terdapat tiga distributor telah mendatangkan garam dengan jumlah 83 ton.
“Ada stok garam datang lagi dari tiga distributor berbeda. Distributornya dari PT Antam kirim 40 ton, CV Karya Prima 23 ton dan dari Surya Abadi sebanyak 20 ton. Sisanya dari sebelumnya ada 2 ton sehingga total persediaan sebanyak 85 ton hingga September,” terangnya Rabu, (16/8/2017).
Lanjutnya kelangkaan garam yang terjadi saat ini berdampak pada kota. Hal itu terlihat dari jumlah pengiriman stok yang biasanya jumlah besar dalam satu bulan, namun kini berkurang.
“Biasanya stok pengiriman itu dalam jumlah besar. Sebulan bisa pengiriman itu 200 ton tapi tidak rutin. Sejak langka pengiriman hanya sebulan sekali, itupun jumlahnya kecil,” sebutnya.
Sementara untuk harga garam di sejumlah pasar tradisional di Balikpapan Soufan menyebutkan harga masih tinggi dari harga normal. Kenaikannya mencapai 30 persen dari normal.
Dia memastikan dua pekan lagi harga akan kembali normal meski saat ini masih berada di angka 30 persen lebih tinggi dari harga normal.
“Perkiraannya satu atau dua minggu lagi harga akan kembali normal karena stok juga sudah tersedia. Masyarakat juga jangan khawatir karena pastinya stok garam aman,” imbuhnya.