Harga Naik 30 Persen, Stok Garam Balikpapan Aman
BALIKPAPAN — Dinas Perdagangan Balikpapan memastikan persediaan garam untuk bulan Agustus masih aman, menyusul 20 ton garam baru datang dari distributor. Adapun kebutuhan garam dalam satu bulan mencapai 54 ton.
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan M Saufan menjelaskan 20 ton didatangkan distribitor dari Surabaya pada dua hari lalu. Sebelumnya masih ada 5 ton garam tersedia sehingga kebutuhan garam untuk dalam dua pekan mendatang masih aman.
“Sebelumnya ada 5 ton, dan baru datang 20 ton dari Surabaya. Yang 20 ton itu masih aman 5 hari ke depan dan ditambah 5 ton lagi masih satu minggu lagi. Stok garam masih aman,” ucapnya saat ditemui Senin, (7/8/2017).
Kendati stok garam aman pihaknya mengatakan harga di pasaran mengalami kenaikan sebesar 30% dari harga normal. Dengan naiknya harga garam itu Dinas Perdagangan Balikpapan terus pantau harga dan kenaikan dinilai masih wajar.
“Kenaikannya itu dari pantauan 30 persen di pasaran. Ukuran 250 gram dari harga Rp2000 menjadi Rp3000, sedangkan yang Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu,” sebutnya.
Lanjut Saufan, upaya yang dilakukan terus melakukan koordinasi dengan distributor dan dinas terkait.
“Masyarakat juga jangan khawatir karena stok masih ada, hanya saja harganya memang naik,” tandasnya.
Menyinggung kenaikan harga ikan asin, pihaknya mengaku kenaikan harga ikan karena gelombang tinggi bukan karena stok garam.
“Harga ikan asin memang naik, tapi bukan karena garam. Naiknya karena gelombang tinggi sehingga stok ikan yang dibuat ikan asin kurang,” imbuhnya.