MAUMERE — Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 Kamis (17/8/1945) Pemerintah Kabupaten Sikka melaksanakan apel bendera di lapangan Kota Baru depan kantor Bupati Sikka.
Dalam sambutannya, Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera meminta agar segenap masyarakat bekerja bersama, gotong royong sesuai tema nasioanl perayaan HUT RI ke 72 yang mana kerja sama ini di Sikka dikenal dengan nama “Sako Seng” yang menjadi warisan leluhur.
“Tema nasional kerja bersama ini haruslah menjadi gerakan yang menjadi modal dasar pembangunan. Hal ini sejalan dengan filsafat hidup bangsa kita yaitu gotong royong yang dalam kearifan lokal di Nian Tanah Sikka ini dikenal dengan nama “Sako Seng” yang diturunkan leluhur kita,” ujar bupati Ansar.
Untuk itu kata Ansar, harus ada kerja sama antara semua stake holder untuk membangun Satu Sikka yang mandiri dan sejahtera di mana sudah banyak hal yang kita bersama kerjakan dan berhasil walaupun masih banyak hal yang juga perlu dikerjakan dan diselesaikan.
“Kemerdekaan seperti kata Bung Karno adalah pintu gerbang mengisi cita-cita bangsa yaitu masyarakat adil makmur, sejahtera damai, cerdas, terampil, sehat bahagia,terbangun raganya dan terbangun jiwanya,” ungkapnya.
Bupati Ansar juga memaparkan bahwa dalam pidato kenegaraan di depan MPR dan DPR RI pada 16 Agustus 2017 kemarin, nama Kabupaten Sikka disebut dengan lantang oleh presiden Joko Widodo sebagai salah satu kabupaten yang berhasil melaksanakan program Nawacita sehingga kita patut berbangga tetapi kerja itu belum selesai.
“Tantangan kita ke depan adalah terus menerus kerja bersama mengisi kemerdekaan sesuai program yang telah kita sepakati dan tugas kita bersama menjaga keuntuhan bangsa ini dari perpecahan dengan cara terus-menerus menumbuhkembangkan toleransi dan saling cinta antara sesama kita,” sebutnya.
Bupatu menuturkan bahwa kita boleh berbeda agama tapi kita adalah saudara dalam kemanusiaan kata Ibnu bin Abdul Muthalib, kita adalah saudara yang lahir dari rahim yang sama yakni rahim ibu pertiwi seperti kata penyanyi balada Franky Sahilatua. Sebagai orang Flores tandas Ansar, kita wajib menjaga Pancasila sebab di tanah kita inilah dasar negara kita itu lahir dan saya percaya kita bisa melakukannya.

Sementara itu Femy Bapa, Kabag Pembangunan Pemda Sikka yang merupakan salah seorang perempuan yang menduduki jabatan tinggi di Kabupaten Sikka saat ditanyai Cendana News mengatakan,kemerdekaan hendaknya dimaknai sebagai sebuah kerja untuk membangun bangsa dan negara.
Femy menyebutkan, perempuan di Sikka sudah mulai banyak yang berkiprah di berbagai bidang seperti di pemerintahan dan swasta sehingga dengan adanya kemerdekaan ini dirinya berharap para perempuan bisa tampil mengisi berbagai jabatan di pemerintahan dan swasta dengan menjadi pemimpin.
“Perempuan harus bangkit sebab kemerdekaan ini juga bermakna kesetaraan dimana semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun dan mengisi kemerdekaan ini,” pungkasnya.