Bunga dan Bibit Buah Hias Usaha Sampingan Warga Palas
LAMPUNG –— Musim kemarau memang masih melanda di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Namun kekeringan tidak menyurutkan warga Palas yang menjadi para pelaku bisnis jual beli bibit berbagai jenis bunga dan bibit buah hias di Kecamatan Palas.
Pada beberapa desa yang Cendana News sejumlah warga mulai menekuni agro bisnis tersebut sebagai usaha sampingan. Di antaranya, terdapat Darminto, warga Desa Sukaraja Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan sejak dua tahun terakhir memulai bisnis tersebut disamping pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil.
Darminto menyebut usaha tersebut merupakan usaha yang bisa dikerjakan sebagai pengisi waktu luang dengan dikerjakan pada pagi hari sebelum berangkat kerja dan juga sore hari seusai pulang kerja dengan dibantu anggota keluarga.
Berangkat dari kecintaan Darminto dan keluarga akan bunga dan buah hias ia mengaku mulai membuat lahan khusus untuk penyiapan bibit bunga dan buah yang sebagian dijual di tempat dan sebagian dijual dengan menggunakan kendaraan roda dua secara keliling.
“Selain bisa menjadi penghias bagi halaman rumah yang saya tempati dengan membudidayakan bibit bunga dan buah hias bisa menambah penghasilan bagi keluarga saya sekaligus investasi masa depan untuk kesibukan saat pensiun,” terang saat ditemui Cendana News di lokasi penjualan bunga dan buah hias yang dijualnya,Senin (14/8/2017)
Beberapa jenis tanaman buah yang dijualnya berupa tanaman buah dalam pot meliputi kelengkeng, jeruk nipis, buah naga, serta berbagai buah lain. Terdapat juga bibit buah perkebunan di antaranya matoa, kelengkeng itoh, mangga berbagai jenis, nangka, cempedak, jeruk siam.
Berbagai bunga yang menjadi bisnis para pedagang itu meliputi bunga pucuk merah,palem,anggrek tanah,adenium dan berbagai bunga lain pun disiapkannya untuk pecinta tanaman hias dan buah hias.
Sebagian bibit bunga dan buah yang dijualnya merupakan hasil pengembangan dari proses stek dan cangkok dan teknik pengembangan secara vegetatif dan generatif. Saat ini ia mengaku menjual bibit bunga dan buah berikut polybag dan potnya dengan harga berkisar Rp10 ribu hingga termahal Rp300 ribu sesuai dengan jenis dan tren yang digemari masyarakat. Berjualan secara keliling dan menetap membuatnya memperoleh omzet rata rata perhari Rp200 ribu hingga Rp300 ribu bahkan lebih tergantung permintaan.
Serupa dengan Darminto warga Desa Sukaraja bergairahnya bisnis bunga dan bibit buah hias juga dilirik oleh Bejo(38) warga Desa Sukabinangun Kecamatan Palas yang memiliki usaha sejenis. Keduanya bahkan tak segan mendatangkan bibit bunga dan buah hias dari luar wilayah seperti Jakarta dan Bogor terutama jenis bunga yang digemari oleh masyarakat. Tren kecintaan masyarakat akan bunga tersebut membuat keduanya mempekerjakan satu karyawan untuk melakukan penyiraman tanaman di depan rumahnya sebelum dijual.
“Kebetulan pemilik sedang mengambil bahan untuk tanah tanaman bunga jadi saya melakukan proses penyiraman semua jenis bunga dan buah,” ungkap Asmi salah satu karyawan yang bertugas merawat tanaman bibit buah dan bunga milik Bejo.
Ada sekitar ratusan jenis bibit buah dan bunga yang disediakan di tempat tersebut dengan pola pemeliharaan dengan sistem rumah hijau (green house) dan tambahan jaring mencegah sinar matahari terlalu terik. Beberapa jenis bibit buah yang ditanam sebagai tabulapot di antaranya jeruk, kelengkeng, mangga, jambu jamaika, durian, belimbing dan buah lain.
Berbagai jenis bunga dari pucuk merah,palem,aglonema,bunga kertas dan berbagai bunga warna warni pun disediakan dengan harga mulai Rp25 ribu hingga Rp200 ribu dengan sistem penjualan di tempat dan berkeliling dengan mobil.
Tren pembelian terbanyak diakui Asmi terjadi pada jenis tanaman buah kelengkeng dan bunga aglonema yang banyak diminta masyarakat dengan datang langsung ke lokasi pembibitan.
Sebagian bibit bunga dan buah tersebut selain dijual di wilayah kecamatan di Lampung Selatan juga dijual hingga ke Bandarlampung untuk memperluas pasaran berbagai jenis bunga dan buah hias yang disediakan dengan penjualan berkeliling.
Hingga kini selain disediakan dari wilayah Palas sebagian bibit bunga dan buah didatangkan dari wilayah lain untuk menambah koleksi bibit yang tidak ada di Lampung Selatan.
Sugirin,pebisnis bibit buah hias dan bunga di Desa Rejomulyo bahkan aktif berkeliling setiap hari menggunakan kendaraan bak terbuka jenis L300 untuk menjual puluhan jenis bunga dan buah hias yang banyak diminati masyarakat.
Ia menyebut tren permintaan akan bunga cukup tinggi dampak dari musim kemarau dan adanya pembangunan jalan tol trans Sumatera dengan banyaknya warga membuat rumah baru.
“Musim kemarau ini banyak warga ingin menikmati suasana hijau dan teduh melalui tanaman bunga dan juga banyak rumah baru akibat pindah dari lokasi lahan terdampak tol banyak warga ingin menanam pohon buah,” terang Sugirin.
Berkeliling setiap sore menjelang malam ia mengaku saat ini setiap hari mampu menjual setidaknya 40 hingga 60 bibit bunga dan buah dengan omzet perhari sekitar Rp600 ribu. Berbagai jenis tanaman bunga diakuinya banyak diminati para wanita dan buah oleh kaum laki laki.
Dia memiliki strategi penjualan pada sore hari untuk mencari pelanggan yang membeli bibit bunga dan buah miliknya. Kesadaran akan penghijauan dan kebutuhan akan keindahan diakuinya ikut mendorong tingginya permintaan bibit bunga dan buah hias yang memberi keuntungan berlipat bagi pelaku agro bisnis seperti Sugirin dan penjual bunga dan bibit buah hias lainnya.

