Bappenas: Fokus Kerja Pemerintah Saat Ini Memacu Investasi
JAKARTA — Sejumlah Menteri Kabinet Kerja, malam ini akan memberikan penjelasan kepada pers terkait Nota Keuangan dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2018, di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (16/8/2017).
Jumpa pers juga digelar guna menjelaskan secara detil isi pidato kenegaraan, yang sebelumnya dibacakan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam Sidang Paripurna Tahunan di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta Selatan (Rabu/16/8/2017).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menkoperekonomian), Darmin Nasution, dalam kesempatan kali ini didaulat memimpin sekaligus menjadi moderator acara tersebut. Sejumlah menteri tampak terlihat hadir, masing-masing Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, Menteri Agraria Sofyan Djalil, Menteri Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimoeljono dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Menteri/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro dalam pidatonya menjelaskan, bahwa secara umum pencapaian pemerataan pembangunan di Indonesia semakin membaik. Ketimpangan cenderung menurun yang ditandai dengan koefisien gini yang juga semakin membaik.
Menurut Bambang, koefisien gini hingga Maret 2017 sebesar 0,393 persen atau mengalami penurunan angka sebelumnya pada 2015 yang mencapai 0,408 persen. Tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 10,64 persen, sedangkan jumlah penduduk miskin berkurang menjadi 27,77 juta jiwa.
Hingga Maret 2017, persentase penduduk miskin di Indonesia berkurang atau mengalami penurunan sebesar 2,03 persen dari tahun ke tahun atau Year on Year (YoY) dalam setahun, dengan penurunan jumlah penduduk miskin rata-rata berkurang sebesar 0,24 juta jiwa dalam setahun.
Tingkat pengangguran hingga 2017 cenderung mengalami penurunan menjadi 5,33 persen dari sebelumnya yang mencapai 5,70 persen pada 2014. Selanjutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga cenderung membaik menjadi 70,18 pada 2016 atau meningkat dari angka sebelumnya, 69,55 persen pada 2015.
“Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah untuk mencapai pemerataan pembangunan di Indonesia, di antaranya dengan cara menjaga agar perekonomian tetap tumbuh, meningkatkan investasi dengan berkontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang semakin meningkat, menjaga kestabilan tingkat Inflasi yang rendah dan stabil, kemudian menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah pada kisaran Rp13.300 hingga Rp13.400 per Dolar Amerika (USD).
Bambang juga menambahkan, bahwa fokus rencana kerja Pemerintah saat ini bertekad untuk memacu investasi dan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan pembangunan perekonomian di Indonesia. Salah satunya dengan cara membangun infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, meningkatkan ketersediaan energi dan pembangunan pita lebar telekomunikasi untuk menjangkau daerah terpencil.