Tiga Instansi Balikpapan Rapat Tertutup Antisipasi Penyebaran Paham Radikal

BALIKPAPAN — Menyikapi temuan dugaan praktik penyebaran paham radikal oleh oknum guru, Kementerian Agama, Polres, Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Balikpapan melakukan pertemuan tertutup, Selasa (18/7/2017).

Kepala Kemenag Balikpapan, Hakimin, menjelaskan pertemuan tertutup bersama tiga instansi ini menjadi langkah lanjutan dari temuan tersebut. Beberapa poin dari hasil pertemuan, yaitu memanggil seluruh Kepala Sekolah di Balikpapan yang diagendakan pada Agustus, mendatang.

“Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, maka semuanya sudah dibicarakan. Tinggal bagaimana nanti Disdikbud memanggil semua Kepala Sekolah di Balikpapan,” ungkapnya usai melakukan pertemuan tertutup.

Menyinggung siapa oknum guru, pihaknya enggan menyebutkannya. Namun ditegaskannya, dua oknum guru itu bukan dari kementerian agama. Karena data dari Kemenag, hanya ada 16 guru agama di bawah kementerian tersebut. Dan 16 guru itu sudah memiliki kompetensi dan sesuai dengan akademisinya di bidang agama.

“Guru agama harus sesuai dengan kemampuam akademisnya. Sekolah jangan sampai mengizinkan guru di luar bidangnya mengajarkan agama,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Balikpapan, Muhaimin, mengungkapkan akan segera mengumpulkan kepala sekolah karena dinilai efektif dalam mengantisipasi kejadian serupa.

“Kami juga ingin semua ini selesai dan melakukan antisipasi. Kami ingatkan nanti kepada kepala sekolah jangan sampai lagi ada guru mengajar di luar kurikulum pengajaran,” tambahnya.

Lihat juga...