YOGYAKARTA – Sejumlah siswa pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) di Kota Yogyakarta diketahui harus terlempar dari persaingan seleksi masuk sekolah negeri dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, Kamis (6/7/2017). Para siswa dari keluarga kurang mampu ini tak bisa masuk sekolah negeri dan terpaksa harus mendaftar ke sekolah swasta.
Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mencabut berkas pada hari terakhir proses pendaftaran dan seleksi masuk PPDB SMP khusus siswa KMS di kota Yogyakarta Kamis ini. Salah satunya terlihat di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Para siswa KMS yang kalah bersaing dengan siswa KMS lainnya harus memupus harapan bersekolah di sekolah negeri karena tak memiliki nilai yang cukup.
“Saya cabut berkas karena tidak diterima di dua sekolah negeri. Yakni SMPN 15 dan SMPN 4 Yogyakarta. Nilai tidak cukup. Rencananya ini mau mendaftar di MTs atau sekolah swasta. Ya mau tidak mau,” ujar Sukirah, wali murid siswa KMS, asal Pengok, Yogyakarta.

Hingga batas akhir penutupan PPDB SMP khusus siswa KMS, SMPN 15 Yogyakarta tercatat telah menerima sebanyak 157 pendaftar. Padahal total jumlah daya tampung siswa KMS di sekolah ini hanya sebanyak 134 kursi siswa saja. Akibatnya sebanyak 24 siswa KMS harus terlempar ke sekolah lain karena kalah bersaing dalam proses seleksi.
Sekretaris PPDB SMPN 15 Yogyakarta, Rimawati, mengatakan sekolahnya menerima sebanyak 340 siswa baru dalam PPDB tahun 2017. Sebanyak 40 persen atau 134 kursi disediakan khusus bagi siswa KMS. Jumlah ini menjadi paling banyak diantara sekolah negeri tingkat SMP lainnya yang menerima siswa KMS di Yogyakarta.
“Jumlah kuota siswa KMS ini sama dengan tahun lalu. Tidak berubah,” katanya.
PPDB khusus siswa KMS Kota Yogyakarta sendiri digelar selama 2 hari sejak Rabu hingga Kamis. Sebanyak 16 SMP negeri turut serta dalam PPDB secara online ini. Total terdapat sebanyak 865 kursi bagi siswa KMS yang disediakan di sekolah negeri. Jumlah itu mencapai 25 persen dari total daya tampung kursi siswa baru sekolah negeri tingkat SMP di Yogyakarta yang mencapai 3462 kursi.