Hari Lansia, Balikpapan Targetkan 2030 Kota Ramah Lansia
BALIKPAPAN — Peringati Hari Lanjut Usia (Lansia), Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan pada 2030 mendatang, Balikpapan sebagai Kota Ramah lansia. Pada peringatan Hari Lansia 2030 mendatang, diharapkan akan tercapai program lanjut usia Indonesia sejahtera.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Abdul Aziz, mengatakan, menuju kota ramah lansia tersebut pemerintah melakukan pemberian pelayanan maksimal utamanya akses kesehatan dengan program gerakan masyarakat (Germas) melalui Dinas Kesehatan Kota bersama Puskesmas.
“Melalui kegiatan Germas, maka Puskesmas punya kegiatan pemeriksaan kesehatan rutin bagi lansia minimal 6 bulan sekali. Selanjutnya olahraga bagi para lansia dan mengajak lansia makan makanan sehat seperti sayuran hijau dan buah,” katanya di sela kegiatan peringatan Hari Lansia di Gedung Dome Balikpapan, Kamis (6/7/2017).
Tidak hanya pelayanan maksimal bagi lansia, namun beberapa kegiatan lain juga diupayakan. Menurutnya, pihaknya juga akan membina kelompok lansia dan membentuk lembaga kesejahteraan sosial yang sesuai dengan standar pelayanan minimal.
“Kita juga akan bina kelompok lansia dan dari sisi sosial juga akan membentuk lembaga kesejahteraan sosial lanjut usia. Namun untuk membuat lembaga itu dari pusat yang ada dan terdata,” tandasnya.
Pencanangan Balikpapan menuju ramah lansia pada 2012 lalu dan tahun ini merupakan tahun ketiga dimana berbagai program bagi lansia terus dilaksanakan.
Di tempat yang sama Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, menyebutkan, akan mendirikan kampung lansia, namun belum dapat direalisasikan tahun ini. “Tahun ini belum bisa, mungkin paling cepat tahun depanlah kita bangun kampung lansia. Harus direncanakan dan perencanaannya dibuat terlebih dahulu,” ungkapnya.
Untuk membangun kampung lansia tersebut, pihaknya harus mencari lokasi atau lahan yang kosong. “Ya kita cari, apakah di sekitar jalan Ruhui Rahayu atau masih kita cari lagi,” tambahnya.
Dia mengaku perhatian pemerintah kota terhadap lansia masih kurang karena keterbatasan anggaran dan harus lebih memperhatikan program-program yang menunjang lansia.
“Kita harus punya program yang lebih produktif lagi untuk menunjang lansia. Belum baiklah perhatian kita terhadap lansia karena anggaran dan program yang terbatas,” tutupnya.