Peternak Lampung Selatan Waspadai Musim Hujan

LAMPUNG – Sejumlah peternak di Kabupaten Lampung Selatan mulai mewaspadai datangnya musim penghujan yang turun selama beberapa pekan terakhir. Meski intensitas hujan belum terlalu deras namun cukup berdampak bagi kesehatan ternak jenis kambing dan sapi di wilayah Lampung Selatan.

Salah satu peternak kambing di Dusun Trans Kediri Desa Karangsari Abtolib (45) mengungkapkan satu kambing jenis kepleh miliknya mulai mengalami kembung dan gatal-gatal atau gudik pada bagian kulit akibat kondisi kandang yang basah dan hujan deras selama berhari-hari.

Ia menyebut penyakit scabies atau gudik tersebut semula muncul pada muka dan telinga sehingga ternak kambing miliknya tidak memiliki nafsu makan. Penyakit kembung atau masuk angin dan gudik yang diakuinya menyerang ternak saat musim hujan membuat dirinya terpaksa mengandangkan sebanyak lima ekor kambing dan memisahkan kambing yang terserang penyakit dengan kambing yang masih sehat.

“Kalau musim panas sengaja saya lepas tapi saat hujan sengaja saya kandangkan namun tetap terserang masuk angin dan gudik dan rajin saya mandikan untuk menghilangkan gudik serta ramuan tradisional mengobati penyakit kembung,” ungkap Abtolib salah satu peternak di Dusun Trans Kediri saat dihubungi Cendana News, Minggu (23/7/2017).

Abtolib bahkan langsung melakukan pembersihan pada kandang miliknya dengan mencuci menggunakan deterjen pada bagian lantai kandang menghindari penyakit gudik pada kambing miliknya menyebar ke kandang lain. Ia menyebut dua ekor kambing jantan miliknya yang sudah siap jual direncanakan akan dijual untuk kebutuhan hewan kurban dan sudah dipesan oleh salah seorang warga di desanya yang akan melakukan kurban pada hari raya Idul Adha 1438 Hijriyah.

“Harus saya jaga kesehatannya karena selama musim hujan ternak rentan penyakit sementara permintaan hewan kurban akan meningkat jelang Idul Adha nanti dan kambing saya sudah dipesan,” terang Abtolib.

Kekhawatiran akan penyakit pada ternak juga dialami oleh Marwanto (40) salah peternak sapi jenis Limosin dan jenis Simental di Desa Pendowo Kecamatan Ketapang yang memelihara sebanyak 15 ekor sapi di kandang berukuran 10×15 meter. Datangnya musim hujan diakui oleh Marwanto yang memiliki kandang semi terbuka tersebut dipastikan berimbas pada ternak yang dimilikinya.

Seperti pada tahun sebelumnya ia menyebut penyakit pada ternak sapi yang kerap menyerang diantaranya demam berimbas pada nafsu makan ternak sapinya berkurang. Ia menyebut kadar air pada pakan rumput terlalu tinggi mengakibatkan diare dan berimbas pada penyakit demam tinggi.

“Saya langsung menghubungi mantri hewan jika penyakit demam menyerang pada ternak sapi milik saya karena jika sakit harga jualnya bisa turun menjelang Idul Kurban ini”terang Marwanto.

Beruntung saat musim hujan ini ia menyebut dari sebanyak 15 ekor ternak sapi miliknya hanya ada dua sapi yang terserang demam dan diare yang selanjutnya dikarantinakan dalam sebuah kandang khusus untuk diobati oleh mantri hewan yang segera didatangkan. Ia menyebut selain melakukan pembersihan kandang untuk mencegah demam ia pun memberi sumber penghangat bagi ternak sapi miliknya menggunakan serbuk gergaji dan jerami kering.

Petugas kesehatan hewan dan inseminasi buatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan Rekiansyah saat dikonfirmasi Cendana News mengungkapkan faktor kebersihan kandang ikut menunjang kesehatan ternak.

Rekiansyah menyebut kebersihan kandang dan pasokan pakan yang tak bersih selama musim hujan bisa mengakibatkan ternak sapi dan kambing mengalami penyakit gatal atau gudik dan penyakit mencret sehingga perlu dilakukan pengontrolan terhadap ternak sapi dan kambing milik peternak. Sebab menjelang hari raya kurban diakuinya banyak peternak yang menjadikan ternak sebagai investasi untuk dijual dan harganya akan menurun saat ternak dalam kondisi sakit.

“Menjaga kebersihan kandang dengan membuang sampah sisa pakan dan kotoran ternak dibersihkan secara rutin menjadi cara mencegah penyakit pada ternak disamping faktor cuaca,” terang Rekiansyah.

Rekiansyah yang dikenal sebagai mantri hewan tersebut bahkan mengaku siap dipanggil oleh masyarakat yang mengalami masalah pada ternak miliknya termasuk peternak yang menginginkan proses kawin suntik atau inseminasi buatan pada ternak kambing serta sapi. Selain itu ia selalu mengimbau peternak agar menjaga kesehatan ternaknya dengan mengandangkan saat musim hujan dan menjaga kebersihan kandang.

Abtolib, peternak kambing di Karangsari. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...