Pembangunan MRT di Kawasan Jalan Haji Nawi Terkendala Lahan

JAKARTA — Pembangunan salah satu stasiun untuk sarana transportasi massal mass rapid transit (MRT) saat ini masih menghadapi kendala terkait dengan masalah pembebasan lahan, terutama di kawasan Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

“Saat ini, pembangunan stasiun MRT di kawasan Jalan Haji Nawi masih terkendala pembebasan lahan karena lahan yang akan digunakan untuk proyek MRT itu digugat oleh pemiliknya,” kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim di Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Menurut dia, masih ada empat bidang lahan yang bermasalah di kawasan Haji Nawi tersebut. Pemilik lahan menggugat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lantaran dianggap tidak ada kecocokan harga.

“Semua masalah yang berkaitan dengan pembebasan lahan sudah berhasil kami atasi, kecuali lahan yang akan digunakan sebagai stasiun MRT di Haji Nawi. Ada empat lahan yang belum selesai dibebaskan,” ujar Silvia.

Meskipun demikian, dia memastikan masalah-masalah terkait dengan pembebasan lahan itu tidak akan menghambat jalannya pembangunan sarana transportasi massal berbasis rel tersebut.

“Pembangunan MRT di Jakarta tetap berlangsung, berjalan terus sampai detik ini. Apalagi, dengan adanya terobosan teknologi, kami tetap jamin pada bulan Maret 2019 sudah bisa beroperasi, sudah bisa melewati Stasiun Haji Nawi,” tutur Silvia.

Ia mengungkapkan ada kemungkinan pengoperasian stasiun MRT di Haji Nawi itu mundur dari target apabila masalah pembebasan lahan tersebut tidak kunjung selesai hingga beberapa bulan ke depan.

“Kalau sampai beberapa bulan ke depan lahan itu tidak juga bisa dibebaskan, Stasiun Haji Nawi tidak bisa dioperasikan bersamaan dengan operasional MRT pada bulan Maret 2019. Kemungkinan kereta MRT hanya bisa melintas di Stasiun Haji Nawi, tidak berhenti,” ungkap Silvia. [Ant]

Lihat juga...