Pelindo Banjarmasin Tambah Alat Bongkar Muat Pelabuhan

BANJARMASIN – General Manager PT Pelindo III cabang Banjarmasin, Fariz Hariyoso, mengatakan sudah menyiapkan penambahan alat bongkar muat di Pelabuhan Trisakti. Pihaknya pun akan memperbaiki infrastruktur pelabuhan seiring tingginya aktivitas bongkar muat.

“Lahan petikemas ditambah 1,5 hektare, sekarang hanya 3,5 hektare yang bisa menampung 700 ribu Teus. Tahun 2017, kami mendatangkan lima unit forklift, 5 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), dan 7 unit Reach Stacker (RS),” kata Fariz Hariyoso, kepada awak media di Banjarmasin, Kamis (13/7/2017).

Ia juga mengatakan, dibutuhkan investasi Rp6 miliar per unit RS dan Rp800 juta per unit forklift. Daya dukung pelabuhan sejatinya masih cukup menampung aktivitas bongkar muat. Namun, dia ingin memaksimalkan layanan pelabuhan demi menopang perekonomian daerah. “Jangan sampai ada barang datang, tapi harus menunggu lama,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Pelaku Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Djumadri Masrun, merespons positif rencana Pelindo mengembangkan infrastruktur baru di Pelabuhan Trisakti. Sebab, ia menyoroti area penumpukan petikemas dan jalan akses di sekitar pelabuhan.

Ia menuturkan, pengembangan infrastruktur baru untuk mendukung kelancaran aktivitas arus keluar-masuk barang di pelabuhan. Ujung-ujungnya, ongkos ekonomi bisa ditekan sekaligus mendorong geliat ekonomi daerah.

“Perlu pengembangan lahan petikemas. Saat ini, boleh dibilang perlu diperluas lagi, karena sudah sangat sesak,” kata Djumadri.

Menurut dia, kapasitas kontainer yang ditampung tidak diimbangi dengan lahan container yard.  Sebab, lahan ideal penumpukan hanya menampung tiga tumpuk tiga kontainer. Adapun di Trisakti, ia melihat  rata-rata petikemas dalam empat tumpuk.

“Resiko kecelakaannya rentan terjadi. Idealnya penumpukan kontainer itu maksimal tiga saja. Namun, bagaimana lagi, karena lahan petikemas yang tersedia terbatas,” kata Djumadri.

Itu sebabnya, Djumadri mengusulkan ada penambahan lahan petikemas hingga 10 hektare, seiring tingginya arus bongkar muat lewat Kota Banjarmasin. Apalagi, bila ibukota negara pindah ke Kalimantan Selatan yang mempengaruhi arus barang di pelabuhan.

Pengembangan infrastruktur lain mencakup lahan parkir khusus truk barang seluas 1 hektare di Terminal Kapal Roro. Musababnya, kata dia, Pelabuhan Trisakti belum punya area parkir khusus yang memicu kemacetan di Jalan Yos Sudarso. Kemacetan karena truk barang parkir sembarangan saat antre masuk ke Kapal Roro.

“Kalau infrastruktur belum dipersiapkan sekarang, jelas nanti akan kewalahan. Namun, bila dua infrastruktur itu bisa direalisasikan oleh Pelindo, saya optimistis aktivitas kepelabuhan semakin tertata.

Lihat juga...