Paket Wisata, Tren Tarik Wisatawan ke Lampung
LAMPUNG – Pengaruh media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook dalam mempromosikan keberadaan destinasi wisata bahari yang hits di Lampung Selatan dan beberapa kabupaten lain menjadi kesempatan para pelaku usaha di bidang wisata menyasar anak-anak muda kekinian yang haus akan perjalanan wisata.
Peluang tersebut dilirik oleh Nanda dan tiga rekannya untuk membuat paket perjalanan wisata dengan sistem bulanan bagi para pecinta wisata yang memanfaatkan awal bulan untuk berwisata. Memiliki base camp atau tempat berkumpul di sebuah resto di Bakauheni, Nanda bersama Ais, Ikal dan Jefri membuat konsep perjalanan wisata bahari di sejumlah destinasi wisata di antaranya Pantai Minang Rua, Pulau Pahawang serta beberapa destinasi sesuai dengan minat para pemesan perjalanan wisata.
Nanda mengaku bermula dari hobi jalan-jalan ke sejumlah destinasi wisata yang ada di luar Lampung dan di wilayah Lampung ia mulai mempelajari bagaimana agen perjalanan wisata menggaet anak-anak muda kekinian yang haus untuk berwisata. Ia bahkan memanfaatkan jejaring pertemanan dan fasilitas Broadcast Messenger termasuk aplikasi Whatsapp yang menawarkan paket perjalanan wisata setelah sepakat melakukan sejumlah perjalanan wisata yang digagas bersama tiga rekannya.
“Awalnya kita sebagai konsumen open trip paket perjalanan wisata lalu kita memiliki ide menjadi penjual paket perjalanan wisata sekaligus mengisi waktu luang. Jalan-jalan sekaligus mendapatkan uang dan memperkenalkan potensi wisata di daerah kita,” ungkap Nanda yang saat ditemui Cendana News di Resto Apung Seafood Bakauheni tengah merencanakan perjalanan wisata ke Pulau Pahawang dan beberapa destinasi wisata di Lampung, Minggu (30/7/2017).

Nanda menyebut kebutuhan paling pokok dalam membuat paket perjalanan wisata yang terpenting diantaranya kepercayaan para pelanggan, akomodasi yang memadai dan kenyamanan selama melakukan perjalanan wisata. Paket perjalanan wisata yang dijalankan oleh Nanda dan rekan-rekannya diakuinya masih terbatas wisatawan lokal sehingga tidak perlu menginap di lokasi wisata dan bisa diakomodir dengan kendaraan travel yang telah disewa untuk paket pulang-pergi karena sebagian merupakan karyawan yang harus bekerja pada hari berikutnya.
“Kita biasanya melakukan perjalanan selama satu hari penuh sejak pagi ke lokasi wisata karena jaraknya dekat tapi yang pasti kesan dari perjalanan seharian tersebut harus menyenangkan,” terang Nanda.
Ia mengakui butuh kerjasama antar tim untuk melakukan sebuah paket perjalanan wisata agar pelanggannya tidak kecewa bahkan akan mengajak serta rekan-rekan lain setelah perjalanan sebelumnya. Dokumentasi perjalanan yang menjadi sarana promosi pun diakuinya cukup penting dengan penggunaan fasilitas dokumentasi berupa kamera Gopro, kamera SLR yang hasilnya akan menjadi kenang-kenangan bagi peserta perjalanan wisata.
Berbeda dengan penyedia paket perjalanan wisata yang menghimpun para wisatawan untuk menuju destinasi wisata secara bersama-sama, pegiat sektor wisata di Lampung Selatan selaku anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minang Rua Bahari, Samsul Muarif, menyebut keberadaan media sosial ikut mempromosikan destinasi wisata bahari di tempatnya.
Ia menyebut dengan adanya media sosial beberapa wisatawan lokal ikut menarik pengunjung dari luar wilayah Lampung ditambah fasilitas yang memadai sehingga wisatawan cukup betah di lokasi wisata. Iven atau kegiatan yang dikemas sejalan dengan keberadaan lokasi wisata bahkan diakuinya ikut menyumbang kedatangan wisatawan ke lokasi wisata.
“Kita akan menggelar turnamen bola voli pantai dalam waktu dekat dan juga perlombaan dayung yang rutin dilakukan setiap tahun menjelang Agustusan atau HUT RI,” ungkap Samsul Muarif.
Konsep tempat wisata yang tidak monoton sehingga pengunjung tidak cepat bosan juga menjadi kunci keberhasilan Pokdarwis Minang Rua Bahari menarik pengunjung setiap pekan yang sudah mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya angka kunjungan wisatawan hanya di kisaran ratusan per bulan kini kunjungan bahkan mendekati angka ribuan dengan gencarnya promosi dan pembenahan lokasi wisata.
Ia menyebut jika tidak melakukan eksperimen atau penataan lokasi wisata yang bagus Pantai Minang Rua akan kalah bersaing dengan tempat wisata lain yang dikelola oleh para pemodal besar sementara Pantai Minang Rua menjadi aset desa yang dikelola oleh masyarakat setempat sebagai lokasi wisata.
Pemberdayaan masyarakat nelayan yang mendukung sektor wisata diakui Samsul Muarif juga didukung oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Lamsel termasuk pengelolaan lokasi wisata yang baik. Wisatawan yang mengunggah kunjungan pantai tersebut ke media sosial juga ikut membantu promosi dan menarik minat wisatawan ke Pantai Minang Rua. Meski tempat-tempat wisata lain berlomba-lomba menarik kedatangan wisatawan.
