KIMAK – Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta mengajak masyarakat Desa Kimak, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung fokus mengelola persawahan guna meningkatkan produktivitas beras.
“Selama ini kebutuhan beras di Babel didatangkan dari luar daerah karena produktivitas padi sangat minim,” ujar ketua tim koordinasi KKN UGM, Ambrosius Hario di Kimak, Minggu.
Menurut dia, masyarakat Kimak kurang tertarik menekuni sektor tersebut karena kurang paham cara yang baik menanam padi sehingga banyak sawah yang terbengkalai.
“Kurangnya ilmu bercocok tanam komoditas beras membuat petani malas mengurus sawah mereka,” katanya.
Masyarakat Kimak lebih tertarik bertanam lada, sawit dan karet karena sudah lama mereka lakoni.
Melalui kegiatan KKN tersebut mahasiswa UGM mengajari kelompok tani di Kimak cara mengelola sawah yang benar dengan konsep ramah lingkungan sekaligus memahami jenis hama.
Penanggung jawab program persawahan dari UGM Yogyakarta, Yanti mengatakan sebelumnya masyarakat Kimak sudah pernah mencetak sawah namun gagal panen karena banyak kendala.
“Masyarakat sudah pernah menanam padi di sawah namun karena hama dan banjir membuat mereka gagal panen dan rugi besar,” katanya. (Ant)