Liburan Nikmati Senja di Cafe Jembatan Grand Maerokoco
SEMARANG — Grand Maerokoco merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Semarang. Saat ini Grand Maerokoco meluncurkan wahana wisata baru berupa Cafe Jembatan yang terletak di atas area ‘Tracking Mangrove’.
Komitemen Maerokoco untuk berbenah dan mempercantik diri nampaknya tak hanya isapan jempol belaka. Sukses dengan daya tarik baru berupa ‘Tracking Mangrove’, kini PT PRPP pun telah menyiapkan konsep-konsep baru lagi yang bakal menjadikan Maerokoco sebagai destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan.
Bagi pengunjung Maerokoco yang hendak menikmati jajanan, ‘Cafe Jembatan Pengharapan’ kini sudah bisa menjadi alternatifnya. Kafe ini memiliki ‘view’ yang sangat menarik dan sangat cocok sebagai spot foto. Apalagi saat senja atau sunset, menikmati Cafe Jembatan ini merupakan rekomendasi yang pas untuk menikmati saat-saat liburan seperti sekarang ini.
Menurut Anggia Restu Maulida, tahun 2017 ini menjadi awal kebangkitan Maerokoco. Berbagai program revitalisasi telah disiapkan, salah satunya adalah Cafe Jembatan Pengharapan. Nantinya di Cafe Jembatan ini juga akan ada floating market yang bisa dinikmati para pengujung.
“Berbagai menu makanan dan minuman tersedia di Cafe Jembatan ini dengan harga sangat terjangkau. Yang tak kalah penting, tempatnya sangat cozzy untuk nongkrong dan foto-foto, bahkan bisa sambil menikmati ‘sunset’ di sore hari,” ujar perempuan yang bernama Anggia saat ditemui Jumat, (30/06/2017).
Seperti yang disampaikan salah satu pengunjung Grand Maerokoco, Rika Dwi Setyani, dirinya sudah berkali-kali menikmati menu di cafe jembatan sembari menikmati senja. Perempuan yang akrab dipanggil Rika ini mengaku tidak bosan dan justru ketagihan untuk menikmati senja di Cafe Jembatan.
“Saya beberapa kali Grand Maerokoco dan setelah ada cafe jembatan ini, setiap saya ke Grand Maerokoco pasti saya selalu mampir ke cafe jembatan. Suasananya sangat nyaman dan asik untuk mengobrol bersama teman ataupun famili. Terutama saat-saat sunset, biasanya saya sengaja menunggu momen sunset untuk menikmati pemandangan sekaligus makan di cafe jembatan ini,” ujar Rika.
Berbeda dengan Rika, Devi Fatmala Sari merupakan pengujung yang baru pertama kali mengunjungi Cafe Jemabatan. Devi mengaku, kesan pertamanya terhadap cafe jembatan adalah sangat terkesima.
Menurutnya pemandangan di cafe jembatan jarang sekali bis dinikmati di Kota Semarang, sehingga dia mengapresiasi akan ide pengelola Grand Maerokoco yang sudah membuat cafe jembatan ini.
“Saya baru pertama kesini dan karena diajak Rika. Nggak nyesel deh saya ke sini. Karena awalnya saya ragu ke Grand Maerokoco mau apa, tapi sekarang banyak sekali perubahan yang terjadi di Grand Maerokoco dan menjadikannya semakin bagus.” Imbuh Devi.
Rika mengapresiasi ide Cafe Jembatan dari pengelola Grand Maerokoco. Dirinya berharap agar pengelola Grand Maerokoco semakin banyak membuat cafe-cafe yang lain di Grand Maerokoco karena menurutnya Cafe Jembatan masih kurang luas dan masih sedikit tempat duduknya. Selain itu, Rika juga berharap agar menu yang ada di Cafe Jembatan ditambah lagi supaya lebih variatif.