
MAUMERE –– Puluhan aparat keamanan baik dari polisi KP3 pelabuhan Laurens Say Maumere maupun dari TNI angkatan laut Lanal Maumere serta SAR Maumere dikerahkan untuk memeriksa barang bawaan penumpang kapal Pelni KM.Bukit Siguntang yang masuk melewati pintu menuju ruang tunggu pelabuhan.
Dari hasil penggeledahan tas, karung, kardus maupun bungkusan dalam kantong plastik, aparat kemanan dari Lanal Maumere mengamankan sekitar 100 liter miunuman keras yang hendak dibawa penumpang untuk dijual di Kalimantan.
“Disinyalir ada oknum yang membawa minuman keras jenis Arak untuk diperdagangkan di Sulawesi maupun di Kalimantan melalui pelabuhan Laurens Say Maumere,” ujar Serda Rajiman Peder.
Saat ditemui Cendana News sedang melakukan pemeriksaan barang penumpang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Sabtu (1/7/2017) anggota Polisi Militer Angkatan Laut Lanal Maumere ini mengakui, setiap ada kedatangan maupun keberangkatan kapal penumpang Pelni dari pelabuhan ini, sering sekali ditemukan penumpang yang membawa miras.
Rajiman katakana, pemeriksaan ini juga bagian dari antisipasi mengingat ada ancaman dan aksi terror yang sering terjadi di Indonesia sehingga aparat keamanan baik dari kepolisian maupun angkatan laut selalu melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang kapal yang hendak berangkat.
“Barang bukti minuman keras yang kami sita akan kami amankan di kantor untuk dikumpulkan dan dimusnahkan,” bebernya.

Bahkan bila ada penumpang yang masih bersikeras melawan saat minuman keras mereka yang banyak dibawa disita maka tandas Rajiman, aparat keamanan akan menyita minuman keras tersebut dan menuangkannya ke laut.
Hendrikus Kesi salah seorang calon penumpang kapal Pelni KM.Bukit Siguntang yang ditanyai Cendana News mengakui, barang bawaannya berupa kardus yang berisi ikan asin serta koper tas pakaiannya pun ikut dibuka aparat keamanan untuk diperiksa.
Hendrik mengaku kaget namun memahami langkah yang diambil aparat keamanan sebab dijelaskan bahwa pemeriksaan ini selalu dilakukan kepada calon penumpang yang naik kapal dari Pelabuhan Laurens Say Maumere.
“Memang agak sedikit terganggu namun langkah ini juga baik mengingat saat ini sering sekali ada aksi terror dimana-mana dan ini juga demi keamanan para penumpang di kapal,” ungkapnya.

Disaksikan Cendana News, setiap penumpang yang membawa barang bawaan baik yang dimasukan ke dalam kardus, karung maupun tas, setelah penumpang melewati pintu masuk pelabuhan,oleh petugas Lanal Maumere barang bawaan tersebut dibuka untuk dilihat.
Para petugas melengkapi diri dengan pisau merobek kardus yang ada secara hati-hati serta memeprsilahkan pemilik barang membuka karung dan tas dan melihat barang bawaan tersebut sebelum ditutup kembali dan dibawa masuk ke ruang tunggu penumpang di sisi barat pelabuhan.