Konflik Pilkada, Kapolda Imbau Kepala Perang Ajak Anggotanya Pulang

MULIA — Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar meminta kepada kepala perang, kepala suku yang untuk membawa pulang massa pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya, kembali ke kampung masing-masing, agar hidup dengan damai dan membangun kebahagiaan di tengah masyatakat lainnya.

“Mari kita semua hormati hukum yang mengatur masalah pemilu, kami tak menginginkan lagi adanya korban jiwa, kami mohonkan kepada kepala perang, kepala suku yang ada bawa pulang ke kampung masing masing,” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar saat ditemui di Kabupaten Nabire usai berkunjung ke Kabupaten Intan Jaya, Rabu (5/7/2017).

Masyarakat yang memberikan dukungan kepada paslon masing-masing tak dibenarkan untuk melakukan tindakan kekerasan, bahkan saling membunuh. Pihaknya bersama stekhokder TNI, Pemerintah Daerah (Pemda) dan tokoh agama, serta tokoh-tokoh lainnya menginginkan tak adanya konflik yang ujungnya membawa penderitaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Jangan sakiti orang lain, jangan bunuh orang lain, mereka punya hak untuk terbebas dari segala ancaman, kami hanya datang untuk mengajak kita semua bersatu dan damai,” dikatakan Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar didampingi Kapolres Nabire AKBP Sony Sanjaya di ruang VIP Bandara Nabire, Papua – [Foto Indrayadi T Hatta]
Sebelumnya, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan, pemerintah sebagai wakil Allah dan juga umat Allah. Masalah Pilkada serahkan kepada pemerintah dalam hal ini penyelenggara Pemilu, lantaran masalah Pilkada sedang ditangani Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta dan ini bukan masalah adat yang harus dilakukan melalui sebuah pertikaian.

“Ini adalah pesta demokrasi pilkada, karena itu saya minta sebagai keluarga saya, mari kita damai dengan pulang semuanya. Terimakasih dengan sukarela menyerahkan panah dan parang, nanti di posko ini akan dibangun tenda pos TNI dan Polri yang akan mengamankan tempat ini,” kata Klemen Tinal saat berkunjung ke Mulia, Puncak Jaya, Selasa (4/7/2017).

Ketua DPR Provinsi Papua, Yunus Winda juga mengatakan hal yang sama yakni masyarakat jangan hanya gara-gara politik, yang awalnya satu gereja jadi terpecah belah, mari bersatu padu bangun kota yang dimuliakan Tuhan ini. “Jangan karena politik kita semua tercerai berai, tokoh intelektual juga harus bisa meredam isu-isu negatif dan berikan informasi positif kepada masyarakat,” kata Yunus Wonda.

Dari data yang dihimpun Cendana News, konflik politik di Kabupaten Puncak Jaya sejak 15 Juni hingga 4 Juli 2017 terkait dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) telah meninbulkan korban jiwa, luka serta korban materi. Korban jiwa terdata sebanyak tiga orang, korban luka dari massa pendukung masing-masing paslon sebanyak 16 orang, korban luka dari aparat keamanan sebanyak empat orang.

Sementara jumlah kerugian materik sebanyak empat belas unit rumah, sepuluh unit rumah adat (Honai), sembilan unit sepeda motor hangus dan rusak berat, yang kesemuanya ditaksir lebih dari tiga milyar rupiah.

Lihat juga...