Tekan Angka Inflasi, BI Balikpapan Gencarkan Sekolah Peduli Inflasi
BALIKPAPAN — Menekan angka inflasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan bersama tim pengendali inflasi daerah terus berupaya menjaga ketahanan stok dan kelancaran pendistribusian pangan. Selain itu, komoditi penyumbang inflasi juga menjadi perhatian utama.
Komoditi cabai rawit misalnya, secara umum, inflasi Volatile foods di Balikpapan selama dua tahun terakhir utamanya dipengaruhi oleh cabai rawit. Komoditas penyumbang inflasi mtm Balikpapan (rata-rata Januari-Maret 2017) memberikan andil 0,0113%.
Menyikapi hal teresbut, BI Balikpapan lebih menggencarkan program sekolah peduli inflasi yang dikembangkan sejak tahun 2016 kemarin, dimana sebelumnya tahun 2015 lalu berawal dari festival cabai kota Balikpapan.
“Melalui program sekolah peduli inflasi itu menumbuhkan kemandirian pangan melalui komoditi cabai di tingkat sekolah yakni dimulai dari siswanya,” ungkap Asisten Manager Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Kpw BI Balikpapan, Erdi Fiat G saat ditemui, Rabu (5/7/2017).
Dia menjelaskan program sekolah peduli inflasi bekerjasama dengan TPID dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan. Pada tahun 2016, terdapat 30 sekolah tingkat atas yang masuk dalam program Sekolah Peduli Inflasi.
“Melalui program sekolah peduli inflasi ini untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap inflasi daerah dan mengedukasi kemandirian pangan di lingkungan sekolah. Dari program itu dibantu bibit cabai, pembinaan bagaimana merawat pohon cabai,” katanya.
Pada tahun 2016 terdapat 18.701 pohon yang dibagikan ke sekolah dan mulai April 2016 hingga Maret 2017 menghasilkan 715,9 Kilogram cabai.
“Hasilnya untuk kantin sekolah yang tidak perlu membeli cabai, mengurangi permintaan di pasar, dan digunakan kemandirian sekolah sendiri,” sebut Erdi.

“2017 ini program dilanjutkan bahkan cakupannya diperluas yakni 20 SMP dan 5 ponpes di Balikpapan. Selanjutnya 5 SMA/SMK di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kodim 0905 Balikpapan dan TNI AL Balikpapan. Berlanjut dengan melihat bahwa keterlibatan sekolah secara konkrit dalam pengendalian inflasi dan meningkatkan pemahaman tentang pengendalian inflasi,” bebernya.
Erdi menambahkan, melalui program sekolah peduli inflasi dapat meningkatkan kemandirian untuk memenuhi kebutuhan cabai dan menjadi sumber pendapatan, serta tingkatkan pemahaman pentingnya pengendalian inflasi ke masyarakat melalui penanaman cabai sebagai sebagai salah satu komoditi yang menyumbang inflasi.