KMP Portlink, Kapal Roro Pertama yang Sediakan Perpustakaan

LAMPUNG – Memperingati Hari Pustakawan yang diperingati setiap 6 Juli, Pustaka Bergerak Indonesia melakukan pembukaan dan peresmian (launching) perpustakaan terutama bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan moda transportasi kapal roll on roll off (Roro) yang ada di lintasan Selat Sunda. Penghubung Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya melalui Pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung dan Pelabuhan Provinsi Merak Banten.

Menurut Radmiadi, salah satu relawan Pustaka Bergerak Indonesia, selama ini pihaknya terus mengembangkan semangat literasi atau budaya membaca di masyarakat. Baik di wilayah darat maupun perairan dengan moda transportasi sepeda, gerobak, motor dan bahkan kuda serta perahu. Terobosan baru diakui Radmiadi digagas oleh Nirwan Ahmad Arsuka sebagai penggagas Pustaka Bergerak dengan membuat perpustakaan di kapal yang ada di lintasan Selat Sunda.

KMP Portlink dengan fasilitas perpustakaan di atas kapal. Foto: Henk Widi

Radmiadi yang juga penggagas Perahu Pustaka bersama Ardyanto dan Muhamad Hamdani selanjutnya mulai memikirkan cara untuk memfasilitasi penumpang kapal yang sebagian di antaranya merupakan para orangtua yang mengajak serta anak-anak. Radmiadi mengaku ide membuat perpustakaan di atas kapal tersebut telah dikoordinasikan dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang utama Merak.

“Kami semula sempat ragu ide kami akan berjalan namun dengan adanya izin dari nahkoda kapal Kapten Lutfi Pratama memberi dukungan rencana menyediakan fasilitas perpustakaan bahkan beliau menyediakan rak buku,” terang Radmiadi salah satu relawan Pustaka Bergerak Indonesia sekaligus penggagas Perahu Pustaka dalam keterangannya kepada Cendana News di Bakauheni, Kamis (6/7/2017).

Ratusan buku yang disediakan dari donatur dan koleksi buku Perahu Pustaka tersebut bahkan langsung diserbu oleh anak-anak yang naik di KMP Portlink, salah satu dari 8 kapal roro milik PT ASDP di lintasan Selat Sunda. Radmiadi, Ardyanto dan Hamdani menyebut dengan launching perpustakaan di atas kapal roro tersebut, menjadi satu-satunya kapal roro di lintasan Selat Sunda dan di Indonesia yang menyediakan fasilitas perpustakaan gratis.

Antusiasme anak-anak dalam membaca buku di perpustakaan KMP Portlink, diakui Radmiadi, cukup membanggakan terutama anak-anak yang didampingi oleh para orang tua. Selain akan menambah jumlah koleksi buku ia menyebut memberi kesempatan bagi penumpang kapal saat naik ke KMP Portlink untuk bisa mendonasikan buku bagi perpustakaan tersebut agar bisa dibaca penumpang lain.

“Saat musim liburan anak sekolah, perpustakaan ini akan menjadi perpustakaan terapung pertama di Indonesia yang menjadi rujukan saat anak berlibur sambil membaca buku di kapal,” terang Radmiadi.

Selain Radmiadi, upaya menularkan virus literasi juga dilakukan oleh pegiat literasi lain yang peduli dengan anak-anak di pulau terpencil. Enny Amaliah, selaku pegiat
Relawan Literasi Lampung saat dihubungi melalui seluler menyebut tengah melakukan perjalanan ke Pulau Tabuan di Kabupaten Tanggamus Lampung. Kegiatan kunjungan relawan literasi tersebut diakui oleh Enny Amaliah merupakan bagian dari kegiatan untuk membuat rumah baca di pulau terpencil yang harus ditempuh dengan perahu dengan waktu tempuh selama hampir dua jam perjalanan.

Berangkat dari Kecamatan Cukuh Balak menggunakan perahu berkapasitas 5 penumpang ia menyebut akan membuat rumah baca di pulau tersebut. Berangkat dari keprihatinan bahwa pulau tersebut hanya memiliki satu bangunan sekolah yang dipergunakan oleh siswa SD. Saat pagi hari untuk kegiatan belajar mengajar dan siang hari dipergunakan untuk siswa SMP.

“Kami relawan literasi akan melakukan sosialisasi untuk pendirian rumah baca dan perpustakaan sekaligus menyediakan bahan bacaan untuk membantu siswa dan juga memberikan pengetahuan di sela-sela rutintas nelayan melaut,” terang Enny Amaliah.

Ia menyebut pada tahap awal akan menyediakan modal awal koleksi buku dari relawan literasi dan para donatur. Rumah baca Tabuan ke depan akan menyediakan buku-buku bacaan yang diperuntukkan bagi masyarakat di pulau tersebut. Selain di Pulau Tabuan gerakan tersebut termasuk pembuatan rumah baca dan perpustakaan yang akan dilakukan di Pulau Pisang Kabupaten Pesisir Barat Lampung.

Enny Amaliah menyebut, dengan adanya Gerakan Relawan Literasi termasuk Pustaka Bergerak Indonesia yang menyediakan perpustakaan di kapal roro, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat terbantu oleh pegiat literasi oleh adanya gerakan literasi di Indonesia dan khususnya di Lampung di sebanyak 15 kabupaten/kota.

“Apapun bentuknya mari kita dukung gerakan literasi di Indonesia yang memiliki kepedulian kepada generasi muda melalui gerakan literasi,” terang Enny Amaliah.

Lihat juga...