Insiden Senggolan KMP Portlink III dan Mutiara Persada di Bakauheni Terus Diselidiki
LAMPUNG — Insiden senggolan antara dua kapal roll on roll off (Roro) di Lintasan Selat Sunda terjadi antara KMP Mutiara Persada I dengan bobot 9080 GT milik perusahaan pelayaran PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) dan KMP Portlink III dengan bobot 15341 GT milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni.
Berdasarkan keterangan salah satu anak buah kapal yang namanya tak mau disebut, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (5/7/2017), malam, dan hingga kini kedua kapal masih dalam pemeriksaan oleh petugas Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Merak.
Insiden yang terjadi tersebut, menurut salah satu petugas kepil (penarik tambang) kapal di Dermaga VI yang tak mau disebut namanya, terjadi saat KMP Portlink sedang melakukan olah gerak sandar di Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni. KMP Portlink III yang tengah melakukan proses bongkar muat, tiba-tiba tertabrak pada bagian haluan kiri oleh KMP Mutiara Persada I. KMP Mutiara Persada I juga mengalami kerusakan pada beberapa bagian meski tidak terlalu parah.

“KMP Mutiara Persada I yang selesai melakukan bongkar muat di Dermaga III saat manuver dengan keluar buritan menabrak haluan kiri KMP Portlink III yang berakibat rusaknya beberapa bagian pada KMP Portlink III tersebut”, terang salah satu petugas penarik kapal di Dermaga VI yang enggan disebut namanya kepada Cendana News, Kamis (6/7/2017), pagi.
Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Merak, Harno Trimadi saat dihubungi Cendana News membenarkan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan proses pelayaran sementara masih tetap berjalan hingga kedua kapal yang akan menuju Merak Banten tetap beroperasi.
Menurut Harno, petugas OPP Merak selanjutnya mulai melakukan pemeriksaan terhadap kedua kapal bekerjasama dengan petugas pemeriksaan kapal (marine inspector). Secara visual, kerusakan pada bagian haluan kiri KMP Portlink III di antaranya patahnya beberapa bagian reling atau pagar kapal dan penyelidikan masih terus dilakukan.
“Sementara waktu marine inspector dan petugas OPP Merak masih memeriksa kondisi kapal yang saat ini menjalani proses anker di Merak dan dua kapal sementara kita off-kan, agar tidak beroperasi sebelum ada keputusan dari marine inspector”, terang Harno.
Ia menambahkan, sejak pukul 00.00 WIB Kamis (6/7/2017), Dermaga VII Pelabuhan Bakauheni yang dioperasikan selama angkutan mudik dan balik lebaran 2017 kembali ditutup dan tidak dioperasikan untuk proses pembangunan lanjutan oleh pelaksana PT Pembangunan Perumahan. Praktis saat ini hanya ada 5 Dermaga beroperasi dengan jumlah kapal semula beroperasi 32 kapal kini menjadi 30 kapal roro, di antaranya akibat dua kapal yang mengalami insiden senggolan di Dermaga VI Bakauheni yang sementara dihentikan operasinya.
Insiden yang dialami KMP Portlink III dalam kurun waktu tiga pekan setidaknya telah dua kali terjadi. Sebelumnya, pada Senin (26/6/2017), KMP Portlink III akibat faktor cuaca menabrak fender atau bantalan sandar kapal di Dermaga III Pelabuhan Merak, sehingga haluan kapal rusak dan bagian fender rusak. Insiden kedua pada Rabu (6/7/2017), malam, bagian haluan kiri KMP Portlink III dihantam KMP Mutiara Persada I yang keluar dari Dermaga III Pelabuhan Bakauheni.
Terkait insiden di Pelabuhan Bakauheni tersebut, Sugeng Purwono selaku Manager Operasional PT ASDP Indonesia ferry cabang Bakauheni belum bisa dikonfirmasi. Cendana News tengah mencoba mengkonfirmasi dampak berkurangnya operasional dua kapal akibat insiden senggolan terutama angkutan liburan akhir anak sekolah yang akan terjadi pada akhir pekan ini pelayaran di Selat Sunda cukup ramai.
KMP Mutiara Persada I merupakan satu dari empat armada kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran merupakan kapal roro dengan gross ton (GT) sebesar 9080 GT dan dua kapal lain yang ada di lintasan Selat Sunda diantaranya KMP Bahuga Pratama dengan bobot 3531 GT , Mutiara Persada II dengan bobot 3965 GT.
Sementara KMP Portlink III merupakan satu kapal yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni bersama tujuh kapal lain diantaranya KMP Jatra bobot I 3871 GT, KMP Jatra II bobot 3902 GT, KMP Jatra III bobot 3123, KMP Portlink 0 bobot 12517 GT, Portlink V bobot 4058 GT, KMP Sebuku bobot 5554 GT dan KMP Batu Mandi bobot 5553 GT.