Banjir Pendaftar, Website UIN Imam Bonjol, Terganggu

PADANG — Sejak dibukanya Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, menjadi salah satu perguruan tinggi yang peminatnya terbilang cukup banyak. Buktinya, hingga sekarang, penerimaan jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru atau biasa disingkat (SPMB) Regular Mandiri Gelombang 2 telah mencapai 12 ribu lebih peminat.

Pengolah Data Akademik UIN Imam Bonjol Padang, Zulfendri mengatakan, tingginya minat calon mahasiswa yang mendatarkan diri ke UIN Imam Bonjol Padang dapat dilihat dari pembeli PIN pendaftaran setiap harinya yang mencapai 1.450. Khusus untuk SPAN-PTKIN jumlah peminat 9.047. Kondisi ini jika dibandingkan pada penerimaan tahun 2016 lalu hanya 8.330, dan tahun 2015 berjumlah 6.646 peminat.

“Peminat calon mahasiswa yang mendaftarkan diri ke UIN Imam Bonjol Padang tahun 2017 ini memang sangat terasa cukup banyak. Dengan adanya 1450 yang membeli PIN per harinya, membuat website mengalami gangguan,” katanya, Rabu (12/7/2017).

Zulfendri juga menyebutkan, untuk persoalan gangguan website timnya juga mempersiapkan layanan pengaduan, sehingga bila nanti ada orang yang mengakses website pendaftaran merasa mengalami gangguan, bisa menggunakan layanan pengaduan, dan tim IT akan mengarahkan orang terkait untuk datang ke kampus UIN Imam Bonjol Padang, dan dibantu secara khusus agar persoalan kesulitan akses bisa diselesaikan.

“Untuk web yang kita gunakan sekarang ini memang belum begitu mumpuni untuk melayani akses yang mencapai ribuan per harinya tersebut. Sehingga sebagai solusinya, diadakanlah layanan pengaduan tersebut. Buktinya, layanan itu sangat membantu tim IT dan juga calon mahasiswa yang mendafatar ke UIN Imam Bonjol Padang,” tegasnya.

Namun ia juga menyarankan, agar tidak mengalami permasalahan atau gangguan saat mendaftarkan diri ke UIN Imam Bonjol yang saat ini tengah berlangsung SPMB Gelombang 2, jangan dilakukan di jam kerja, karena web akan banyak yang mengaksesnya, sehingga akan terjadi gangguan. Waktu yang pas untuk mendaftar ialah, mulai dari sore hingga malam harinya.

Ia menjelaskan, jika ditotalkan secara keselurahan dari dua jalur pendaftaran, yakni SPAN-PTKIN dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) sebesar 11.048 peminat. Sementara untuk jalur SPMB Regular Mandiri baik itu gelombang 1 dan gelombang 2 yang tengah berjalan, belum dihitung, mengingat penerimaan masih berlangsung hingga 21 Juli 2017, mendatang.

“Saya perkirakan, bila nanti ketiga jalur penerimaan itu ditotalkan, maka bisa mencapai 15 ribu lebih peminat yang mendaftarkan diri ke UIN Imam Bonjol Padang pada tahun 2017 ini,” ungkapnnya.

Sementara itu, Kabag Humas UIN Imam Bonjol Padang, Muhammad Nasir, menambahkan, salah satu yang membuat UIN Imam Bonjol Padang banjir peminat ialah, semenjak telah adanya Perpres Nomor 35 Tahun 2017 Tentang Pengalihan Status IAIN Imam Bonjol menjadi UIN Imam Bonjol Padang. IAIN yang kini dikenal UIN, membuat calon mahasiswa merasa tertarik untuk menempuh pendidikan ke UIN Imam Bonjol Padang.

“Sebenarnya tidak hanya soal adanya pengalihan status, tetapi juga soal akreditasi jurusan. Di UIN Imam Bonjol sebagian jurusan-jurusannya terakreditasi B dan A, sementara akreditasi C hanya beberapa jurusan saja, dan kini untuk akreditasi C itu tengah diupayakan naik menjadi akreditasi B,” ujar Nasir, dihubungi terpisah.

Selain soal alih status dan akreditas, banjirnya peminat ke UIN Imam Bonjol Padang ini, karena Kota Padang dikenal sebagai kota pendidikan di Sumatera Barat. Sehinnga meskipun telah ada perguruan tinggi di daerah lain seperti di Kota Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Solok, dan Pesisir Selatan, perguruan tinggi di Kota Padang tetap menjadi pilihan utama, seperti halnya di UIN Imam Bonjol Padang, cukup banyak pendaftar dari luar Kota Padang yang mendaftarkan diri.

“Dengan adanya peminat yang banyak ini, tentunya pihak kampus UIN Imam Bonjol akan mengupayakan mempersiapkan infrastruktur dan fasilitas, seperti halnya Kampus III UIN Imam Bonjol di Sungai Bangek, Koto Tangah, Padang. Tentunya seiring dengan hal itu, kemungkinan besaran Agustus mendatang IAIN kini secara resmi menjadi UIN,” tambahnya.

Nasir menyebutkan, saat ini secara surat menyurat dan adminstrasi lainnya masih memakai nama IAIN Imam Bonjol Padang, karena pengalihan IAIN ke UIN itu baru bersifat Keppres (Keputusan Presiden). Sehingga bila nanti telah mendapat keputusan yang sah secara aturan memakai nama UIN, maka segala bentuk yang ada di IAIN saat ini menjadi UIN.

Lihat juga...