SUMBAR – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bakal memulai program cetak sawah baru seluas 71 hektare di Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, pada Agustus 2017.
Kepala Bidang Prasarana Sarana Pertanian dan Penyuluhan Dinas Pertanian Agam, I Nyoman Karyawan di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan, cetak sawah baru seluas 71 hektare itu dilakukan secara swakelola dengan Kodim 0304 Agam.
“Program ini akan dilakukan setelah selesainya program Tentara Manunggal Membangun Nagari (TMMN) ke-99 di Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupu, kabupaten itu,” katanya.
Setelah TMMN itu selesai, maka cetak sawah baru di lahan milik Kelompok Tani Mutiara Antokan tersebut akan dimulai dan selesai tiga bulan mendatang.
Dana untuk cetak sawah baru ini sebesar Rp1,13 miliar yang berasal dari dana dekonsentrasi dari Kementrian Pertanian pada 2017. Setiap hektare dengan dana sebesar Rp16 juta. Dana ini belum termasuk bibit dan pertisida.
“Lokasi cetak sawah baru tersebut tidak produktif atau tidak pernah diolah warga dan lokasi ini berdekatan dengan cetak sawah baru 2016,” katanya. Ia menambahkan, Pemkab Agam pada 2016 mendapatkan untuk mencetak sawah baru seluas 59 hektare di Kecamatan Lubukbasung seluas 19 hektare dan Kecamatan Tanjungmutiara seluas 40 hektare.
Saat ini, luas panen di Kecamatan Lubukbasung sekitar 11 hektare dengan produksi sebanyak 2,5 ton per hektare. Sedangkan di Kecamatan Tanjung Mutiara seluas 40 hektare dengan produksi sekitar 3,1 ton per hektare.
Cetak sawah baru ini bertujuan agar lahan sawah dan produksi padi terus meningkat setiap tahun agar target luas tanam 76.692 hektare, luas panen 75.025 dan produksi 450.150 ton pada 2017 akan tercapai nantinya. Ia mengakui, produksi padi di Agam mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2016 sebanyak 360.523,5 ton, 2015 sebanyak 327.567 ton, 2014 sebanyak 322.621 ton dan 2013 sebanyak 306.410 ton.
Selain produksi padi, luas panen juga mengalami peningkatan. Pada 2016 sebanyak 66.151 hektare, 2015 sebanyak 60.998 hektare, 2014 sebanyak 58.511 hektare dan 2013 sebanyak 57.946 hektare.
Sementara luas tanam padi di Agam juga meningkat. Pada 2016 sebanyak 68.518 hektare, 2015 sebanyak 60.731 hektare, 2014 sebanyak 58.691 hektare dan 2013 sebanyak 57.264 hektare.
“Peningkatan produksi, luas panen dan tanam sekitar 5,30 persen. Pada tahun ini kita juga menargetkan peningkatan sekitar lima persen,” katanya.
Tokoh Masyarakat Tiku Lima Jorong, Abdul Muis mendukung program cetak sawah baru di daerah itu agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Untuk mencapai ini, pihaknya siap menampung seluruh program pemerintah demi menyejahterakan masyarakat. “Kami menerima seluruh program dari pemerintah dengan cara menyerahkan lahan yang ada di daerah itu,” katanya yang juga ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tiku Lima Jorong.
Sebelumnya, Nagari Tiku Lima Jorong juga menyerahkan lahan sekitar lima hektare untuk membangun 50 unit rumah bagi nelayan.
Pembangunan rumah tersebut sedang berjalan dan dalam waktu dekat sudah selesai. (Ant)