KAMIS, 15 JUNI 2017
MAUMERE — Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Provinsi NTT, meminta agar anggota DPRD Sikka fraksi Nasdem, Silferius Florentinus Angi atau Siflan Angi dan DPD Partai Nasdem Kabupaten Sikka, meminta maaf terkait kata-kata kasar yang diucapkan saat sidang paripurna DPRD Sikka.
![]() |
| Sidang paripurna DPRD Sikka membahas pemandangan umum fraksi terhadap pidato pengantar bupati tentang Rancangan KUA-PPAS APBD Sikka TA 2018. |
TPDI dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka, sangat mengutuk keras pernyataan-pernyataan kasar dan melecehkan kaum perempuan yang dilontarkan pada saat penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap pidato pengantar bupati tentang Rancangan KUA-PPAS APBD Sikka TA 2018, dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang III DPRD Sikka pada Rabu (14/6/2017).
“Karena itu, kami minta Siflan Angi baik selaku pribadi maupun sebagai anggota DPRD Sikka beserta juga pimpinan Partai Nasdem Sikka, segera menyampaikan permohonan maaf di hadapan rakyat Sikka, atas kata-kata kasar bernada preman yang merendahkan kaum perempuan tersebut,” ungkap Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) NTT, Meridian Dewanta Dado, SH., kepada Cendana News, Kamis (15/6/2017).
Menurut Meridian, bila permintaan maaf tidak segera dilakukan, publik justru bisa menilai betapa rendahnya kualitas, kapasitas dan jiwa besar salah satu kader Partai Nasdem di Kabupaten Sikka ini. Ia mengatakan, forum rapat DPRD Sikka jelas bukan tempat atau forum yang tepat bagi Siflan Angi, untuk menyampaikan klarifikasi atas hal-hal bersifat pribadi, apalagi menyangkut isu perilaku tercela dan busuk yang dihembuskan kepadanya.
“Forum yang tepat dan terhormat adalah di Polres Sikka, di mana semestinya Siflan Angi membuat laporan polisi terhadap pihak-pihak yang diketahui memfitnahnya,” tegasnya.
![]() |
| Kordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) provinsi NTT Meridian Dewanta Dado,SH. |
Selain itu, lanjut Meridian, TPDI NTT menilai kata-kata yang dilontarkan Ketua Fraksi Partai Nasdem itu jelas-jelas menista, menghina, melecehkan dan mencederai harkat dan martabat kaum perempuan di negeri ini. Agenda rapat yang semestinya mengulas dan menyampaikan tentang masalah pemerintahan dan kepentingan public, justru dijadikan media oleh Siflan Angi untuk mengklarifikasi dan menepis adanya isu atau gosip perselingkuhan dirinya dengan seorang wanita pada salah satu hotel di Kota Maumere.
Rafel Raga, SP., Ketua DPRD Sikka, saat dihubungi Cendana News melalui telepon, mengatakan saat sidang paripurna dirinya sedang bertugas ke luar kota, sehingga setibanya di Maumere, akan segera mempelajari risalah sidang dan memanggil anggota dewan dan pimpinan sidang untuk memberikan penjelasan. “Kami di lembaga dewan ada badan kehormatan, sehingga segala permasalahan terkait dengan lembaga dewan akan diselesaikan oleh badan tersebut, sesuai mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (Ebed De Rosary/ Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary)
Source: CendanaNews

