SABTU, 17 JUNI 2017
JAYAPURA — Minimnya anggaran dalam managemen Persipura Jayapura, terpaksa batalkan kontrak dengan Pieter Egge Huistra menjadi pelatih kepala tim berkaos merah hitam. Pasalnya calon pelatih mantan Direktur Teknik PSSI periode 2013-2015, Pieter Egge Huistra itu meminta bayaran Rp150 miliar dan tak disanggupi pihak manageman Persipura Jayapura dengan alasan finansial.
![]() |
| Tim Persipura Jayapura sebelum ada perubahan pemain di tahun 2017. |
“Kemarin kami sudah berniat ambil pelatih dari Belanda, nilai ditawarkan kepada kami Rp150 miliar. Sangat mahal, karena keterbatasan dana, dan negara mereka (Belanda) juga tak ijinkan datang ke Indonesia,” ujar Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) kepada jurnalis di Kota Jayapura, Sabtu (17/6/2017).
Dirinya telah perintahkan ke Manager Persipura Jayapura, Rudy Maswi untuk mencari pelatih lainnya. Kemungkinan besar, lanjutnya hari Selasa mendatang akan mendapatkan laporan pasti tentang pelatih baru dari Brasil.
“Pelatih baru yaitu dari Brasil yang melatih Persipura Jayapura. Jangan kita berbangga dengan Mettu Dwaramury yang kemarin sebagai pelatih pengganti bawa kemenangan Persipura lawan Persela Lamongan. Perjalanan kita masih panjang 20 kali pertandingan,” tuturnya.
Pertandingan laga Liga 1 Gojek Traveloka 2017 untuk tim Pesipura masih panjang, dikatakan BTM managemen tetap mencari pelatih kepala yang baru buat tim Persipura Jayapura berjuluk Mutiara Hitam itu. “Hari selasa baru kita dapat nama dan rekam jejak dari Brazil itu. Nilai kontrak kita belum tahu, yang penting sesuai dengan dana kita, karena Persipura sangat sulit tentang dana,” kata BTM.
![]() |
| Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano. |
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta
Source: CendanaNews

